SENIN, PEKAN BIASA XVIII
Yer. 28:1-17; Mzm. 119:29.43.79.80.95.102; Mat. 14:22-36
Bacaan hari ini menyingkapkan dua sikap yang kontras: nabi palsu Hananya yang menebarkan harapan palsu, dan Yesus yang meneguhkan iman para murid di tengah badai. Pesannya jelas: hanya dengan berpegang pada firman Allah dan percaya kepada Kristus, kita mampu bertahan menghadapi gelombang kehidupan.
Yeremia, sang nabi harus berhadapan dengan warta nabi palsu, yaitu Hananya bin Azur. Hananya menubuatkan keberhasilan dan damai sejahtera bagi bangsa terpilih. Namun hal itu dilawan oleh Yeremia. Dengan mengenakan kuk sapi, Yeremia menandaskan bahwa sudah merupakan kehendak Allah bahwa bangsa terpilih itu harus tunduk kepada penjajahan raja Babel. Hal ini terjadi sebagai akibat dari ketidaksetiaan dan kepercayaan bangsa terpilih kepada kekuatan dan kekuasaan Allah mereka. Sebagai hukuman terhadap warta palsu yang disampaikannya, nabi Hananya meninggal pada tahun itu juga seperti dinubuatkan oleh Yeremia, sang nabi sejati.
Pemazmur (Mzm. 119:29.43.79.80.95.102) berdoa agar dijauhkan dari jalan dusta dan diteguhkan dalam hukum Tuhan. Firman Allah adalah pelita yang menuntun langkah kita, terutama ketika kita menghadapi kebingungan dan godaan.
Murid-murid ketakutan ketika angin sakal menerpa perahu mereka. Yesus datang berjalan di atas air, meneguhkan iman mereka. Petrus sempat berjalan di atas air, tetapi mulai tenggelam ketika ragu. Yesus segera mengulurkan tangan-Nya dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”
Apakah aku selalu setia pada tugas perutusan yang dipercayakan oleh Tuhan bagiku? Apakah aku telah sungguh-sungguh percaya dan mengandalkan Allah, berpegang pada firman-Nya, percaya kepada Kristus yang penuh perhatian kepada setiap manusia? Apa wujud konkretnya?
Mari kita belajar untuk tetap teguh dalam iman, berpegang pada firman Allah, dan percaya bahwa Yesus selalu hadir di tengah badai hidup kita. Kasih-Nya tidak pernah meninggalkan kita, bahkan ketika kita mulai tenggelam.
Mari sungguh-sungguh mengandalkan Tuhan dalam hidup kita, berani melepaskan segala jaminan dan ketenaran duniawi.
Tuhan memberkati. RD AMT
Recent Comments