RABU, PEKAN BIASA XXIV, PERINGATAN WAJIB ST. KORNELIUS, PAUS DAN SIPRIANUS, USKUP DAN MARTIR “
1Kor 12:31-13:13; Mzm 33:2-3.4-5.12.22; Luk 7:31-35.

Hari ini kita mengenang dua martir besar Gereja: St. Kornelius dan St. Siprianus. Mereka adalah gembala yang setia, rela berkorban demi iman dan kesatuan Gereja. Bacaan hari ini menegaskan bahwa kasih adalah jalan yang paling utama, dan Injil mengingatkan kita agar tidak menutup hati terhadap suara Allah.

Melalui cerita tentang permainan anak-anak, Yesus mengingatkan setiap orang akan pentingnya keterbukaan hati untuk menerima rencana kasih Allah. Seperti anak-anak keras hati yang tidak mau membuka diri terhadap tawaran permainan kegembiraan kawan-kawannya, demikian juga manusia. Manusia sering kali tidak mau membuka diri terhadap tawaran kasih Allah yang ditawarkan oleh Yohanes Pembaptis maupun oleh Yesus Kristus. Manusia gampang mencari alasan untuk menolak tawaran kasih Allah tersebut.

Paulus menyadarkan Jemaat di Korintus bahwa mereka telah menerima anugerah Roh Kudus untuk membangun kehidupan bersama. Namun anugerah yang beranekaragam itu mengandung risiko jika orang tidak memiliki landasan dan sikap dasar yaitu kasih. Tanpa kasih semua anugerah menjadi sia-sia. Sebab kasih itulah yang mendorong dan mendayagunakan semuanya yang ada.

Kornelius dan Siprianus merupakan dua sahabat yang saling mendukung dalam iman. Berhadapan dengan krisis yang dihadapi oleh Gereja akibat penganiayaan, kedua sahabat itu dengan tekun membangun iman. Mereka secara tekun saling meneguhkan untuk membangun iman mereka sendiri dan juga iman Gereja. Mereka secara teguh dan tekun menjaga dan menumbuhkan iman sampai titik darah terakhir.

Apakah aku memiliki hati yang terbuka pada rencana kasih Allah? Dalam hal apa kasih itu telah aku wujudkan dalam kehidupanku sehari-hari?
Mari kita meneladan St. Kornelius dan St. Siprianus: hidup dalam kasih, setia pada panggilan, dan berani berkorban demi Kristus. Kasih adalah jalan yang bertahan, dan hanya dengan kasih kita dapat menjadi saksi sejati di tengah dunia. Mari membangun sikap hati yang terbuka pada rencana kasih Allah dan mewujudkannya dalam kehidupan kita sehari-hari.
Tuhan memberkati.*RD AMT