SENIN, PESTA PEMULIAAN SALIB SUCI
Bil. 21:4-9 atau Flp. 2:6-11; Mzm. 78:1-2.34-35,36-37,38; Yoh. 3:13-17.
Hari ini kita merayakan Pesta Pemuliaan Salib Suci. Salib bukan lagi tanda kehinaan, melainkan tanda kasih Allah yang menyelamatkan. Bacaan hari ini menyingkapkan makna salib sebagai jalan keselamatan dan tanda kasih Allah yang tak terbatas.
Pesta Salib Suci ini dikaitkan dengan peristiwa ditemukannya kembali Salib Tuhan oleh Santa Helena, ibu Kaisar Konstantinus. Namun lebih dari itu, pesta ini merupakan ungkapan iman Gereja terhadap jalan dan rencana keselamatan Allah melalui salib Yesus. Salib adalah jalan dan cara Yesus sang Putra Allah merendahkan diri-Nya dan taat kepada rencana dan kehendak Allah. Oleh karena itulah Allah meninggikan Dia, menganugerahkan nama dan kekuasaan. Dia adalah Tuhan. Ia menjadi sumber keselamatan yang ditinggikan di salib seperti ular tembaga yang menjadi tanda dan jaminan keselamatan bagi kaum Israel. Melalui dan dalam salib itulah Yesus menyelamatkan semua orang.
Bangsa Israel yang berdosa dihukum dengan ular-ular berbisa. Namun Allah memberikan jalan keselamatan: Musa mendirikan ular tembaga, dan siapa pun yang memandangnya akan hidup. Salib Kristus adalah penggenapan tanda ini: siapa pun yang memandang kepada-Nya dengan iman akan diselamatkan.
Paulus menegaskan bahwa Kristus, meski dalam rupa Allah, rela merendahkan diri-Nya, taat sampai mati di kayu salib. Karena itu Allah meninggikan Dia dan memberi nama di atas segala nama. Salib adalah tanda kerendahan hati Kristus yang membawa kemuliaan.
Yesus berkata: “Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Salib adalah bukti kasih Allah yang menyelamatkan, bukan tanda hukuman.
Sejauh mana Salib telah menjadi jalan keselamatan yang kusadari dan kuhayati? Apa buah-buah Salib yang bisa aku petik bagi hidupku?
Mari menimba daya keselamatan dari Salib Tuhan kita Yesus Kristus bagi perjuangan hidup kita. Mari kita muliakan salib Kristus sebagai tanda kasih Allah yang menyelamatkan. Salib bukanlah akhir, melainkan jalan menuju kehidupan kekal. Dengan memandang salib, kita menemukan harapan, kekuatan, dan keselamatan.
Tuhan memberkati. *RD AMT
Recent Comments