SABTU, PEKAN BIASA, PERINGATAN WAJIB ST. YOHANES BOSKO, IMAM
2Sam. 12:1-7a,10-17; Mzm. 51:12-13,14-15,16-17; Mrk. 4:35-41.
Hari ini Gereja merayakan St. Yohanes Bosko, imam yang dikenal sebagai Bapa dan Guru kaum muda. Ia membaktikan hidupnya untuk mendidik anak-anak dan remaja miskin, dengan semangat kasih, pendidikan, dan iman yang teguh. Bacaan hari ini menyingkapkan dua hal penting: pertobatan yang tulus dan iman yang berani menghadapi badai hidup.
Melalu nabi Natan, Allah menunjukkan dosa dan kesalahan yangtelah dilakukan oleh Daud. Daud telah mengambil istri Uria secara sewenang-wenangnya menjadi istrinya. Peringatan nabi Natan membuat Daud menyadari dosa dan kesalahan yang telah dilakukannya. Ia mengakui dengan rendah hati dosa dan kesalahan itu. Ia kembali kepada bimbingan Allah dan berpasrah kepada-Nya. Ia kembali mengandalkan Allah sebagai satu-satunya jaminan dan kekuatan hidupnya.
Para murid Yesus mengalami taufan dahsyat yang amat menakutkan. Dalam keadaan ketakuan mereka membangunkan Yesus yang sedang tidur. Yesus bangun lalu menghardik angin taufan itu. Lalu angin menjadi reda dan danau menjadi teduh sekali.
Yohanes Melkior Bosko lahir dari keluarga petani yang sangat sederhana. Ia tidak dipertkenankan masuk sekolah oleh orang tuanya, karena diharuskan bekerja di ladang. Dalam keadaan demikian, ia tidak putus asa. Ia diajar oleh seorang imam tua yang baik hati. Jerih payah imam tua itu menyadarkan orang tuanya akan pentingnya pendidikan. Sepeninggalan imam tua itu, ibunya menyekolahkannya ke Castelnuovo. Kemudian ia meneruskan sekolahnya ke pendidikan imam. Ia ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1841. Karyanya sebagai imam diabdikan seluruhnya pada pendidikan kaum muda, khususnya kaum muda dari keluarga-keluarga miskin. Untuk mendukung karyanya itu, ia mendirikan tarekat religius untuk para imam dan bruder yang dinamakan Kongregasi Salesian. Bersama dengan St. Maria Mazzarello, ia mendirikan Serikat Puteri-puteri Maria yang mengabdikan diri dalam bidang pendidikan kaum puteri. Selain itu ia mendirikan banyak perkumpulan dan sekolah. Ia mendirikan Sekolah Teknik Katolik yang pertama. Ia dikenal juga sebagai perintis penerbitan Katolik.
Ketika jatuh ke dalam kesulitan dan tantangan kehidupan serta godaan yang amat memikat hati bagaimanakah sikap imanku? Apakah aku gampang goyah dan mengingkari imanku atau aku berani berpasrah dan percaya pada rencana dan jalan Allah?
Daud bertobat, Mazmur memohon hati yang murni, Yesus menenangkan badai. St. Yohanes Bosko meneladani semuanya dengan hidup yang penuh kasih dan iman teguh. Mari kita belajar: bertobat dengan tulus, berdoa dengan hati yang murni, dan beriman dengan berani menghadapi badai hidup.
Tuhan memberkati.*RD AMT
Recent Comments