SABTU, MASA KHUSUS ADVEN, TGL. 20 DESEMBER
Yes. 7:10-14; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Luk. 1:26-38.

Saudara-saudari terkasih, bacaan hari ini menegaskan bahwa Allah sungguh hadir di tengah kita. Janji-Nya tentang Imanuel bukan sekadar kata-kata, tetapi nyata dalam kelahiran Yesus melalui Maria. Kehadiran Allah menuntut kita untuk memiliki hati yang murni dan sikap taat, seperti Maria.
Secara amat tegas dan jelas Nabi Yesaya menunjukkan motif jahat Raja Ahas. Ia seolah-olah merendahkan hati dan dirinya di hadapan Allah. Namun sebenarnya pernyataanya menandaskan ketidakpercayaan kepada Allah. Oleh karena itu Yesaya menandaskan janji dan jaminan kepastian dari Allah: “Sesungguhnya seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan ia akan menamai dia Immanuel”.
Janji dan jaminan itu terpenuhi dalam diri Maria. Berkat kesediaannya dalam tuntunan daya Roh Kudus, Maria hadir dan menyatakan diri sebagai hamba yang taat setia dan terbuka pada kehendak dan rencana Allah. Maria bukan seperti raja Ahas.

Apakah aku semakin membuka diriku bagi rencana dan kehendak Allah? Sejauh mana aku telah memberikan tempat dalam diri dan kehidupan bagi daya dan tuntunan Roh Kudus?
Bacaan-bacaan hari ini berpadu dalam satu pesan: Allah setia pada janji-Nya: Imanuel, Allah beserta kita. Kehadiran Allah menuntut kesucian hati dan hidup yang benar. Ketaatan Maria menjadi teladan bagi kita untuk membuka diri pada karya Allah.
Saudara-saudari, Yesaya menubuatkan Imanuel, Mazmur menuntut kesucian hati, dan Injil Lukas menunjukkan ketaatan Maria. Mari kita membuka hati, menjaga hidup tetap murni, dan taat pada kehendak Allah, agar janji Imanuel sungguh nyata: Allah beserta kita, dalam keluarga, masyarakat, dan Gereja.
Mari semakin membuka diri kita bagi rencana dan kehendak Allah, memberikan tempat dalam diri dan hidup kita bagi daya dan tuntunan Roh Kudus.
Tuhan memberkati. * RD AMT