RABU, PRAPASKAH IV
Yes. 49:8-15; Mzm. 145:8-9,13cd-14,17-18; Yoh. 5:17-30
Bacaan hari ini menyingkapkan wajah Allah yang penuh kasih, yang tidak pernah melupakan umat-Nya. Di tengah perjalanan Prapaskah, kita diajak untuk semakin percaya bahwa Allah selalu hadir, menyertai, dan memberi hidup, bahkan ketika kita merasa ditinggalkan.
Di tengah-tengah kenyataan hidup dengan segala kesulitan yang ada, nabi Yesaya memberikan jaminan pegangan ini: “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun ia melupakan, Aku tidak akan melupakan engkau”.
Berhadapan dengan orang-orang Yahudi yang mau membunuh-Nya, Yesus memberikan pernyataan yang lebih jelas dan tegas lagi. Ia menyebut Allah sebagai Bapa-Nya. Ia bahkan menegaskan bahwa barangsiapa mengimani-Nya, ia memiliki hidup abadi. Penegasan Yesus tersebut adalah pernyataan identitas diri-Nya dan kesadaran akan tugas panggilan-Nya.
Bagaiman sikapku ketika berhadapan dengan kesulitan hidupku? Apa jaminan dan kepastian hidupku saat ini? Ada pada Allah atau…..? Apakah aku mengimani secara sungguh bahwa Allah adalah Bapa penjamin hidupku?
Bacaan hari ini menegaskan: Allah tidak pernah melupakan kita, bahkan ketika dunia seolah meninggalkan. Yesus bekerja bersama Bapa untuk memberi hidup dan keselamatan. Mari kita membuka hati pada kasih Allah yang setia, sehingga hidup kita menjadi kesaksian nyata bahwa “Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.”
Mari belajar pada Yesus untuk menegaskan bahwa Allah, Bapa adalah jaminan dan kepastian bagi hidup kita.
Tuhan memberkati.*RD AMT
Recent Comments