RABU PASKAH II
Kis. 5:17-26; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9; Yoh. 3:16-21
Hari ini kita mendengar kisah para rasul yang ditangkap karena mewartakan Injil. Mereka dipenjara, tetapi Allah mengutus malaikat-Nya untuk membebaskan mereka. Pesan yang mereka terima jelas: “Pergilah, berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah seluruh firman hidup itu.” Kuasa dunia berusaha membungkam, tetapi kasih Allah membebaskan dan meneguhkan mereka untuk terus bersaksi. Terlepasnya para murid dari penjara menandakan bahwa setiap orang yang percaya kepada Tuhan tidak bisa dibelenggu oleh kekuatan dan kekuasan apa pun. Di hadapan tantangan yang begitu hebat, setiap murid dituntut untuk semakin berani memberi kesaksian imannya akan Yesus yang bangkit.
Mazmur hari ini menegaskan: “Aku akan memuji Tuhan setiap waktu; puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku.” Tuhan mendengar seruan orang yang berseru kepada-Nya, melepaskan mereka dari segala kesesakan, dan melindungi mereka dengan kasih setia-Nya. Inilah pengalaman iman: Allah yang hidup hadir dan menyelamatkan.
Kepada Nikodemus, Yesus menegaskan bahwa begitu besar kasih Allah akan dunai ini. Karena itu, Allah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Dia itulah Terang Dunia! Di hadapan terang itu setiap orang harus menentukan sikap: datang kepada-Nya atau tinggal dalam kegelapan.
Sejauh mana kebebasan yang aku miliki telah menjadi daya yang memampukanku untuk berani menjadi saksi kebangkitan Kristus di dalam setiap peristiwa hidupku?
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menghadapi “penjara” dalam bentuk ketakutan, tekanan, atau godaan untuk menyerah. Dunia bisa saja mencoba membungkam suara iman kita melalui kesibukan, materialisme, atau bahkan diskriminasi. Namun bacaan hari ini mengingatkan bahwa kasih Allah lebih kuat daripada kuasa dunia. Kasih itu membebaskan kita, memberi keberanian, dan menuntun kita untuk hidup dalam terang.
Rabu Paskah II mengingatkan kita bahwa kasih Allah yang besar membebaskan kita dari ketakutan, menuntun kita ke dalam terang, dan memberi hidup yang kekal. Mari kita membuka hati, memilih terang Kristus, dan berani menjadi saksi kasih Allah di tengah dunia. Mari datang kepada Tuhan, mari menimba daya terang kehidupan-Nya sehingga kita tidak terbelenggu oleh kekuatan dan kekuasaan jahat apa pun untuk secara berani memberi kesaksian iman kita akan Yesus yang bangkit.
Tuhan memberkati.*RD AMT
Recent Comments