RABU, PEKAN BIASA XVIII “Kasih Allah yang Memulihkan, Iman yang Bertahan”
Yer 31:1-7; MT Yer 31:10.11-12ab.13; Mat 15:21-28.

Bacaan hari ini menyingkapkan dua wajah iman: Allah yang berjanji memulihkan umat-Nya, dan seorang perempuan Kanaan yang dengan iman teguh memohon belas kasih Yesus. Pesan utamanya jelas: kasih Allah selalu memulihkan, dan iman yang bertahan membuka jalan bagi rahmat-Nya.
Kepada umat yang tidak setia Yeremia menegaskan janji setia Allah. Umat akan diselamatkan karena kasih setia Allah yang mencintai umat-Nya . Kasih setia dalam cinta Allah itulah jaminan bagi Israel sebagai umat Allah. Tetapi jaminan ini bukanlah sesuatu yang otomatis terwujud. Hanya mereka yang membuka diri menanggapi Sabda Allah dengan hati yang tulus dan jujur yang dapat menikmati-Nya.

Iman perempuan Kanaan yang menjumpai Yesus menjadi jalan terwujudnya kasih setia Allah. Anak perempuannya disembuhkan berkat iman. Iman itu tampak dalam ketulusan, kejujuran, kerendahan hatinya dan kepercayaannya yang sangat teguh kepada Yesus. Sikap Yesus menyadarkan para murid-Nya bahwa pelayanan kasih harus dilandaskan pada iman yang tulus dan jujur.

Bagaimana, apakah imanku telah menjadi daya dorong untuk mewartakan kasih setia Allah? Sejauh mana aku telah membina sikap tulus dan jujur bagi perwujudan imanku?
Mari kita belajar untuk tetap teguh dalam iman, seperti perempuan Kanaan, dan percaya bahwa Allah selalu memulihkan kita. Kasih-Nya tidak pernah meninggalkan, melainkan mengubah hidup kita menjadi sukacita. Mari membuka diri dan mewujudkan kasih setia Allah dalam setiap peristiwa hidup kita. Mari membangun iman kita dalam sikap hati yang tulus dan jujur.
Tuhan memberkati. RD AMT