KAMIS SESUDAH PENAMPAKAN TUHAN
1Yoh. 4:19-5:4; Mzm. 72:2,14,15bc,17; Luk. 4:14-22a

Rasul Yohanes menegaskan: “Kita mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.” Mazmur menggambarkan Raja yang adil, membela kaum miskin, dan membawa damai. Kristus adalah Raja itu. Injil Lukas menampilkan Yesus yang kembali ke Galilea dengan kuasa Roh Kudus. Di sinagoga Nazaret, Ia membaca nubuat Yesaya:
“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang miskin, untuk memberitakan pembebasan kepada orang tawanan, penglihatan bagi orang buta, dan membebaskan orang yang tertindas.”
Di Nazaret, tempat Dia dibesarkan, Yesus menegaskan bahwa telah tergenapi apa yang dibuatkan oleh para nabi. Yesus menegaskan bahwa Roh Tuhan ada pada-Nya dan Ia telah diurapi untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin.
Melalui suratnya, Yohanes mengingatkan bahwa barangsiapa mengasihi Allah, ia juga harus mengasihi saudaranya. Sebab cinta kasih itu berasal dari Allah, yang adalah cinta kasih. Oleh karena itu barangsiapa tidak mewujudkan cinta kasih ia tidak berasal dari Allah. Cinta kasih itulah wujud iman.

Sejauh mana aku menyadari kehadiran Roh Allah didalam diriku sebagai putra-putri Allah? Bagaimana Roh Allah itu telah mewujudkan diri di dalam tindakan cintaku kepada Allah dan sesamaku? Apa usaha yang telah aku lakukan sebagai wujud kehadiran Roh Allah untuk mencintai?
Mari menyadari kehadiran roh Allah di dalam diri kita sebagai putra-putri Allah, mewujudkan cinta kasih kepada Allah dan sesama kita.
Penampakan Tuhan mengingatkan kita bahwa Allah yang menampakkan diri adalah Allah yang kasih-Nya mengalahkan dunia dan Injil-Nya membebaskan manusia dari segala belenggu. Mari kita membuka hati, agar kasih Allah sungguh hadir dalam hidup kita, dan melalui kita, kasih itu dirasakan oleh sesama.
Allah adalah kasih. Kristus hadir membawa kabar gembira. Mari kita hidup dalam kasih dan menjadi saksi Injil yang membebaskan.
Tuhan memberkati. * RD AMT