RABU SESUDAH PENAMPAKAN TUHAN “
1Yoh. 4:11-18; Mzm. 72:2,10-11,12-13; Mrk. 6:45-52
Rasul Yohanes menegaskan: “Allah adalah kasih, dan kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan.” Mazmur menggambarkan Raja yang adil, membela kaum miskin, dan membawa damai. Kristus adalah Raja itu. Injil Markus menampilkan Yesus yang berjalan di atas air dan menenangkan badai. Murid-murid ketakutan, tetapi Yesus berkata: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”
Para murid mengalami situasi batas! Hari sudah malam, mereka berada di tengah danau. Mereka semakin payah mendayung karena angin sakal. Pada saat seperti itulah Yesus mendatangi mereka sambil berjalan di atas air. Ia menenangkan dan menundukkan air yang bergelora itu. Namun mereka justru menjadi takut karena mengira bahwa Ia adalah hantu. Tetapi Yesus menenangkan mereka: “Tenanglah, Aku ini. Jangan takut!”. Ketakutan menutup sikap iman untuk percaya teguh pada Allah yang mampu mengatasi segala tantangan dan rintangan apa pun. Ketakutan menutup segala peluang dan daya, bahkan ketakutan membuat setiap orang menjadi tidak sempurna dalam kasih. Sebab ketakutan adalah tanda nyata kerapuhan dan keraguan, bahkan kematian iman. Ketakutan membuat seseorang tidak mempercayai Allah. Ia tidak tinggal dalam daya kasih Allah yang menyelamatkan. Jika itu yang terjadi maka ia juga tidak akan mampu mengasihi sesamanya.
*Apa saja pengalaman situasi batasku? Pada saat seperti itu, apakah aku mau membuka diriku bagi kehadiran dan daya kasih Allah yang menyelamatkanku? Mengapa aku menjadi takut? Sejauh mana aku telah mewujudkan kasih Allah itu terhadap sesamaku?
Mari membuka diri bagi kehadiran dan daya kasih Allah yang menyelamatkan kita dalam situasi batas apapun. Mari mendengarkan kepastian peneguhan dari Allah: “Tenanglah, Aku ini. Jangan takut!”. Mari saling mengasihi. Kasih menjadi tanda daya dan kehadiran Allah.
Penampakan Tuhan mengingatkan kita bahwa Allah yang menampakkan diri adalah Allah yang kasih-Nya mengusir ketakutan dan hadir menenangkan badai hidup kita. Mari kita membuka hati, agar kasih Allah sungguh hadir dalam hidup kita, dan melalui kita, kasih itu dirasakan oleh sesama.
Allah adalah kasih. Kristus berkata: “Jangan takut!” Mari kita hidup dalam kasih dan keberanian.
Tuhan memberkati.*RD AMT
Recent Comments