*KAMIS, HARI RAYA KENAIKAN TUHAN*
Kis. 1:1-11; Mzm. 47:2-3,6-7,8-9; Ef. 1:17-23 atau Ibr. 9:24-28; 10:19-23; Luk. 24:46-53

Kenaikan Tuhan merupakan peristiwa iman. Peristiwa kenaikan Tuhan bukan juga merupakan akhir dari sebuah catatan sejarah. Justru, kenaikan Tuhan menjadi tonggak harapan baru yang terpatri pada daya Allah yang menyelamatkan di dalam rencana dan kehendak-Nya. Pada satu sisi, kenaikan merupakan penegasan secara gamblang kesatuan yang amat erat antara Yesus dengan Allah Bapa-Nya. Di sisi lain, janji akan daya ilahi Allah, yaitu Roh Kudus memampukan setiap orang beriman untuk menjadi saksi daya ilahi Allah itu kepada semua makhluk. Pada kedua sisi tersebut terpatri tiga hal pokok yang merupakan janji dan jaminan bagi setiap orang yang beriman kepada Yesus. Pertama, jaminan kekuasaan Yesus yang mengatasi segala sesuatu: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi”. Kedua, Perutusan untuk mewartakan Sabda Tuhan: “Pergilah dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku”. Ketiga, janji penyertaan terhadap para murid: “ Aku akan menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman”.

Sejauh mana keterbukaan hatiku untuk menjadi terpesona, terpaut dan terlibat pada daya ilahi Allah yang menyelamatkan itu? Apakah seperti para murid, aku hanya tepaku memandang ke langit, ataukah aku tergerak untuk menjadi saksi Injil-Nya dalam kenyataan hidup sehari-hari?
Mari menimba daya kasih ilahi Allah untuk menjadi saksi kasih ilahi-Nya di dalam setiap peristiwa hidup kita. Mari ke Galilea kehidupan kita sehari-hari, sebab di sanalah kita akan selalu berjumpa dengan Tuhan dan menimba daya kasih ilahi-Nya.
Tuhan memberkati. * RD AMT