SELASA, PASKAH VI
Kis. 16:22-34; -8; Yoh. 16:5-11

“Adalah lebih berguna bagimu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, penghibur tidak akan datang kepadamu”. Para murid dihadapkan pada kenyataan bahwa mereka tidak selamanya ada bersama Yesus secara fisik. Yesus akan kembali kepada Bapa-Nya. Namun, kepergian Yesus itu justru semakin menguntungkan dan mendewasakan iman para murid. Karena penghibur, yaitu Roh Kudus akan diutus oleh Yesus untuk menginsafkan dunia.
Kehadiran Roh Kudus yang menginsafkan dan membebaskan itu dialami oleh Paulus dan Silas. Ketika terbelenggu dalam penjara, mereka dibebaskan secara ajaib. Peristiwa tersebut justru dipakai oleh mereka guna mewartakan dan menyelamatkan orang lain, yaitu Kepala Penjara dan seisi rumahnya.

Apakah kehadiran Roh Kudus di dalam diriku telah menginsafkan diriku? Pada saat yang bagaimanakah aku telah mengalami kehadiran Roh Kudus yang membebaskan aku dari belenggu hidupku? Apakah aku juga telah menjadi sarana pembebasan bagi orang lain? Apa wujudnya?
Mari membangun keinsafan diri kita dalam daya kuasa Roh Kudus. Mari menjadi sarana pembebasan bagi sesama kita di dalam daya kuasa Roh Kudus Allah.
Tuhan memberkati. * RD AMT