Kerahiman ilahi bagi yang menghadapi ajal
Aku sering mempersatukan diri dengan orang-orang yang menghadapi ajal dan memperoleh kerahiman ilahi bagi mereka. Oh, betapa besarnya kebaikan Allah: lebih besar daripada yang dapat kita pahami. Ada saat-saat tertentu dan ada pula misteri-misteri kerahiman ilahi yang memesona surga. Biarlah kita hentikan penghakiman kita terhadap jiwa-jiwa karena kerahiman Allah atas mereka sungguh luar biasa. (BHF 1684)

Saya sangat tertarik dengan tema hari ini. Kerahiman Ilahi bagi yang menghadai ajal. Sungguh sangat perlu dan maha penting memohonkan kerahiman ilahi bagi yang sedang menghadapi ajal. Meski berdoa saja belum cukup bagi Faustina. Faustina sering memersatukan diri dengan orang yang menghadapi ajal dan memeroleh kerahiman ilahi bagi mereka.

Berkali-kali saya  menghadapi  orang sakit  dan yang  menghadapi ajal, doa koronka yang didaraskan, dinyanyikan berkali-kali. Saya selalu dapat merasakan mukjizat kasih Tuhan  yang luar biasa besar bagi yang didoakan. Si penderita mengalami  ketenangan, kelegaan, kedamaian dan akhirnya menghembuskan napas terakhir dengan tenang. Jenazah pun wajahnya teduh. Ini pengalamanku ketika  menemani saat-saat terakhir di sisi pembaringan yang diiringi dengan doa koronka dan penyerahan.

Aku sangat bersyukur  secara khusus mengenal dan bertekun mendoakan doa koronka. Juga sangat bersyukur diperkenankan melayani di panti lansia sekitar 10 tahun, suatu tempat dan suasana yang sangat dekat dengan kematian. Sungguh dahsyat kuasa Tuhan, bagi jiwa-jiwa, saat berdoa mohon kerahiman ilahi bagi jiwa yang sangat membutuhkan pada akhir hidupnya. Kerahiman Tuhan sangat nyata.

Doa ini tetap aku doakan dan sering berucap dan membawakan org yang sedang hadapi ajal, siapa pun di dunia saat ini, agar Tuhan berbelas kasih pada mereka. Saya percaya ada kuasa dan mukjizat Kerahiman bagi yang didoakan. Dan akhirnya, saya juga merasakan mukjizat dalam diriku juga dengan mendoakan mereka, yakni ada cinta, sukacita, penyerahan dan damai di hatiku.*hm