KAMIS, PEKAN BIASA, PERINGATAN WAJIB ST. AGATA, PERAWAN DAN MARTIR
1Raj. 2:1-4,10-12; MT 1Taw. 29:10,11ab,11d-12a,12bcd; Mrk. 6:7-13
Hari ini kita mengenang St. Agata, seorang perawan dan martir dari abad ke-3. Ia rela mempertahankan imannya kepada Kristus meski harus menghadapi penderitaan dan kematian. Bacaan hari ini menegaskan bahwa kesetiaan kepada Allah adalah jalan menuju kehidupan sejati, dan bahwa kuasa Allah bekerja melalui orang-orang yang berani bersaksi.
Saat mendekat ajalnya, Daud memberikan pesan kepada Salaomo anaknya yang akan menggantikannya sebagai raja. Inti pesannya yaitu bahwa kesetiaan akan perjanjian dengan Allah, hukum dan ketentuan-Nya menjadi jaminan keberlangsungan kerjaan. Jika hal-hal tersebut siperjuangkan maka Allah akan menjadi jaminan keselamatan dan kekekalan kerajaan.
Ketika mengutus para murid-Nya untuk menjadi saksi Kerajaan Allah, Yesus menyampaikan pesan kepada mereka. Pesan itu menjadi pegangan dan jaminan bagi perutusan mereka. Para murid disadarkan bahwa menjadi utusan dan saksi berarti mereka harus bekerja dengan kekuatan dan pertolongan rahmat Allah. Keberhasilan mereka hanya akan terjadi kalau mereka mengandalkan Allah sebagai satu-satunya andalan dan jaminan.
Agata adalah puteri seorang bangsawan kaya yang berkuasa di Palermo, Sisilia. Penderitaannya sebagai orang beriman berawal dari peristiwa penolakannya terhadap lamaran Quintianus, seorang perwira tinggi Romawi. Ia menolak karena ia telah berjanji untuk hidup hidup suci di hadapan Tuhan. Berbagai cara digunakan untuk mencemari kesuciannya, namun ia tetap bertahan. Akhirnya ia disiksa sampai mati menerima mahkota keperawanannya dan kemartirannya pada tahun 250.
Apa yang yang menjadi jaminan hidupku? Apakah aku telah mengandalkan Allah sepenuhnya dalam hidupku?
Pada peringatan wajib St. Agata ini, mari kita meneladani keberanian dan kesetiaannya. Seperti para murid yang diutus Yesus, kita pun diutus untuk mewartakan Injil dengan hidup kita. Semoga kita berani bersaksi, setia dalam penderitaan, dan mempersembahkan hidup kita bagi Kristus, sehingga melalui kita, Allah dimuliakan.
Tuhan memberkati.*RD AMT
Recent Comments