RABU, PEKAN BIASA XI
2Raj 2:1.6-14; Mzm 31:20.21.24; Mat 6:1-6.16-18.
Liturgi hari ini menyingkapkan dua hal penting: warisan iman yang diteruskan dari Elia kepada Elisa, dan panggilan Yesus untuk hidup dalam ketulusan hati, bukan demi pujian manusia. Bacaan ini mengajak kita untuk setia dalam iman dan tulus dalam berdoa, berpuasa, serta beramal.
Peran Elia digantikan oleh Elisa dalam daya dan semangat serta keberanian yang sama. Elisa melanjutkan tugas perutusan gurunya itu. Elisa memiliki daya, semangat dan keberanian gurunya itu karena ia memiliki tanggung jawab untuk mewujudkannya secara tekun dan setia.
Dengan tegas Yesus mengajarkan bahwa tindakan religius apa pun harus dilakukan untuk menghormati Allah bukan untuk harga diri atau ketenaran diri. Oleh karena itu, setiap perbuatan baik yang dilakukan bukan pertama-tama untuk dipuji orang, tetapi supaya Allah semakin dimuliakan. Yesus mengajar dan mengarahkan kita pada dasar dan arah dari setiap sikap dan tindakan yang kita lakukan. Pada ajaran ini Yesus memberikan makna khusus dari setiap tugas dan tanggung jawab yang terwujud dalam sikap dan tindakan kita.
Apakah sikap dan tindakan seperti itu telah aku wujudkan di dalam hidupku sehari-hari? Apa yang telah menjadi dasar dan arah dalam setiap sikap dan tindakanku sehari-hari?
Hari ini kita diajak untuk setia dalam meneruskan warisan iman, percaya pada perlindungan Allah, dan hidup dalam ketulusan hati. Dengan demikian, kita menjadi saksi iman yang murni dan berkenan kepada Allah, bukan demi pujian dunia.
Mari mendasarkan sikap dan tindakan kita pada kemuliaan Allah yang lebih besar lagi.
Tuhan memberkati.*RD AMT
Recent Comments