SABTU, PEKAN BIASA, PERINGATAN WAJIB ST. SYRILUS DAN ST. METODIUS, USKUP DAN PERTAPA “Kesetiaan pada Allah adalah dasar dan Perutusan Injil yang memberi hidup adalah panggilan”
1Raj. 12:26-32; 13:33-34; Mzm. 106:6-7a,19-20,21-22; Mrk. 8:1-10.
Hari ini kita memperingati St. Syrilus dan St. Metodius, dua saudara yang menjadi pewarta Injil bagi bangsa Slavia. Mereka dikenal sebagai “Rasul Bangsa Slavia” karena kesetiaan mereka dalam membawa terang Injil ke dalam budaya dan bahasa setempat. Bacaan hari ini menyingkapkan pesan yang sangat relevan: kesetiaan kepada Allah dan perutusan yang memberi hidup.
Setelah salomo wafat, kerjaan menjadi terpecah belah. Yerobeam memisahkan diri. Perpecahan itu tidak terjadi hanya secara politis. Yerobeam bahkan memeninggalkan imannya kepada Allah. Ia mendirikan bukit-bukit pengorbanan untuk penyembahan berhala, hanya untuk melindungi kekuasaannya. Ia lupa akan iman yang menjadi dasar hidupnya, sebaliknya ia menjadikan imannya sebagai sarana kepentingan dirinya saja.
Kisah pergandaan roti dan ikan menyadarkan setiap orang beriman, bagaimana Allah dalam diri Yesus memberikan diri-Nya seutuhnya. Pemberian diri seutuhnya dalam ketergerakkan hati oleh belas kasih tersebut menjadi daya yang menghidupkan banyak orang.
Syrilus dan Metodius adalah dua kakak beradik yang lahir di kota Saloniki, Yunani. Keduanya sangat giat dalam pewartaan untuk meletakkan dasar iman yang kokoh di Moravia. Mereka merayakan liturgi dengan menggunakan bahasa Slavia dalam suasana yang semarak dan indah. Namun keberhasilan ini tidak selalu diterima baik oleh semua orang. Mereka bahkan dianggap sebagai pengkhianat. Namun karena ketekunan dalam iman, mereka akhirnya ditahbiskan menjadi uskup. Tidak lama kemudian Syrilus meninggal dunia di Roma. Metodius kemudian kembali ke Eropa Timur untuk melanjutkan pewartaannya. Pada tahun 885 Metodius meninggal dunia di Cekoslovakia. Pada tahun 1980, Paus Yohanes II mengangkat mereka menjadi pelindung seluruh kawasan Eropa.
Apakah imanku telah menjadi dasar bagi hidupku? Apakah imanku telah menjadikan aku selalu tergerak hati oleh belas kasih? Apa wujud nyatanya?
Bacaan hari ini dan teladan St. Syrilus serta St. Metodius menegaskan bahwa kesetiaan kepada Allah adalah dasar, dan perutusan Injil yang memberi hidup adalah panggilan. Mari kita setia kepada Allah, dan seperti Syrilus serta Metodius, menjadi pewarta Injil yang menghadirkan roti hidup bagi dunia.
“Yesus mengambil roti, mengucap syukur, lalu membagi-bagikannya… dan mereka semua makan sampai kenyang.” (Mrk. 8:6,8). Mari menjadi kan iman sebagai dasar bagi hidup kita!
Tuhan memberkati. *RD AMT
Recent Comments