JUMAT, PEKAN BIASA, PERINGATAN WAJIB ST. PAULUS MIKI, IMAM, DKK. PARA MARTIR JEPANG
Sir. 47:2-11; Mzm. 18:31,47,50,51; Mrk. 6:14-29;

Hari ini kita mengenang St. Paulus Miki dan kawan-kawan martir Jepang yang wafat pada tahun 1597 di Nagasaki. Mereka adalah saksi iman yang berani mempertahankan Kristus meski harus menghadapi penderitaan dan kematian. Bacaan hari ini menegaskan bahwa kesetiaan kepada Allah adalah panggilan utama, dan bahwa hidup yang dipersembahkan kepada-Nya akan berbuah kemuliaan.

Raja Daud adalah pribadi yang amat istimewa. Ia tidak hanya terkenal pada masanya, ia tetap dikenal dan dikenang pada zaman sesudahnya. Sebagai raja ia tidak hanya terkenal karena kepahlawanannya dalam peperangan. Ia juga dikenal sebagai raja yang memiliki iman yang amat mendalam. Kecintaannya kepada Tuhan Allahnya sangat teruji. Meskipun jatuh dan terpuruk di dalam dosa dan kesalahan yang amat fatal, namun dengan amat radikal ia menyesalinya dan bangkit kembali dalam imannya akan Tuhan Allahnya. Mazmur-mazmur karangannya menjadi bukti hidup berimannya yang amat mendalam.

Markus mengisahkan tragedi kematian Yohanes Pembaptis yang amat ironis. Kisah kematian Yohanes tersebut menjadi gambaran yang amat jelas bagi setiap orang beriman, pengikut Yesus untuk melihat kisah kematian Yesus, Tuhan-nya. Yohanes mati karena disingkirkan oleh Herodias yang memperalat Herodes. Yesus yang tampil mewartakan datangnya Kerajaan Allah disingkirkan oleh imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat.
Pada tahun 1588, penguasa Jepang memerintahkan agar para misionaris yang berkarya di Jepang segera meninggalkan negeri itu. Siapa pun yang tidak taat akan dibunuh. Tahun 1597 perintah itu dilaksanakan. Banyak orang beriman ditangkap dan disiksa. Paulus Miki, seorang imam Yesuit dan banyak orang beriman dibunuh. Mereka digiring ke sebuah bukit di pinggir kota Nagasaki. Di hadapan masarakat mereka disesah dan disalibkan. Namun mereka semua tidak takut. Dari atas salib Paulus Miki terus berkotbah guna meneguhkan iman saudara-saudarinya. Akhirnya lambung mereka ditikam dengan tombak hingga mati.

Bagimana imanku terhadap Tuhan, Allahku? Apakah aku memiliki iman seperti Daud? Sejauh mana aku telah siap untuk menghadapi penolakan akibat imanku?
Pada peringatan wajib St. Paulus Miki dan kawan-kawan martir Jepang ini, mari kita meneladani keberanian dan kesetiaan mereka. Seperti Yohanes Pembaptis, mereka berani bersaksi tentang Kristus sampai akhir. Semoga kita pun berani menjadikan hidup kita sebagai persembahan kasih, sehingga melalui kita, Allah dimuliakan.
Tuhan memberkati. *RD AMT