SELASA, PESTA KELAHIRAN SANTA PERAWAN MARIA
Mi 5:1-4a atau Rm 8:28-30; Mzm 13:6ab.6cd; Mat 1:1-16.18-23 (panjang) atau Mat 1:18-23 (singkat).

Hari ini kita merayakan kelahiran Santa Perawan Maria, Bunda Yesus. Perayaan ini bukan sekadar mengenang kelahiran seorang pribadi, tetapi menegaskan bahwa sejak awal Allah telah menyiapkan Maria sebagai bagian dari rencana keselamatan.
Kitab Suci tidak memberikan catatan tentang kelahiran Santa Perawan Maria. Namun, sejarah telah mencatat bahwa pada mulanya perayaan pesta ini dimulai dalam lingkungan Gereja Timur, berdasarkan ilham dari tulisan-tulisan apokrif pada abad ke-6. Pada akhir abad ke-7 barulah pesta ini diterima dan dirayakan dalam Gereja Barat – Roma. Mengapa pesta ini dirayakan?

Pesta ini menyatakan dengan jelas dan tegas bahwa Gereja begitu mengasihi dan menghormati Santa perawan Maria. Tidak bisa diingkari bahwa Maria memiliki peranan yang amat penting dalam karya keselamatan Allah, berkat kesediaannya sebagai hamba Allah untuk melaksanakan kehendak Allah. Maria melahirkan Yesus penebus umat manusia, seperti yang ditegaskan oleh surat rasul Paulus kepada Jemaat di Roma. Kesediaan dan hidup Maria adalah bukti nyata bahwa Allah bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Maria adalah orang yang dipilih-Nya dari semula, juga ditentukan dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya.

Nabi Mikha menubuatkan lahirnya seorang pemimpin dari Betlehem yang akan menggembalakan umat dengan kekuatan Tuhan. Maria lahir sebagai bagian dari rencana besar ini, sebab melalui dirinya Sang Gembala Sejati, Yesus Kristus, hadir ke dunia. Kelahiran Maria adalah tanda harapan bahwa Allah setia pada janji-Nya.
Paulus menegaskan bahwa Allah bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang dipanggil sesuai rencana-Nya. Maria adalah contoh nyata: dipilih, ditentukan, dan dimuliakan sebagai Bunda Sang Penebus. Kita pun dipanggil untuk percaya bahwa hidup kita ada dalam rencana Allah, meski kadang tidak kita pahami sepenuhnya.
Injil Matius menampilkan silsilah Yesus dan kisah kelahiran-Nya dari Maria. Yesus adalah Imanuel, Allah yang menyertai kita. Maria menjadi perantara kehadiran Allah di tengah manusia. Kelahiran Maria adalah awal dari penggenapan janji Allah: melalui dirinya, Sabda menjadi daging dan tinggal di antara kita.

Apakah hidupku telah menjadi bukti nyata kehadiran dan kebaikan Allah yang menyelamatkan? Sejauh mana aku telah menjadi pelaksana rencana dan kehendak Allah di dalam setiap peristiwa hidupku?
Mari kita rayakan kelahiran Santa Perawan Maria dengan syukur. Kehadirannya adalah tanda kasih Allah yang setia, rencana keselamatan yang sempurna, dan harapan baru bagi dunia. Semoga kita pun, seperti Maria, menjadi pribadi yang terbuka pada panggilan Allah dan menghadirkan Kristus dalam hidup kita.Mari menghadirkan kebaikan Allah yang menyelamatkan dalam setiap peristiwa hidup kita.
Tuhan memberkati. RD ART