Aku melaksanakan segala sesuatu bersama Yesus, lewat Yesus dan dalam Yesus.( BHF 250)
Bagiku, kata-kata Faustina ini indah dan merangkum segala yang diimaninya. Yang saya pahami, bersama Yesus, berarti Faustina sungguh sadar bahwa tanpa Yesus, dia bukan siapa-siapa atau apa-apa. Lewat Yesus berarti, hanya melalui Yesus segalanya aman, terjamin. Dalam Yesus berarti di luar Yesus tidak ada apa pun. Intinya, Yesus jadi segalanya, yang pokok, yang utama, ya…semuanya. Dan Faustina bersukacita di dalam Yesus.
Yang menarik untuk saya, Faustina menulis tentang Yubileum sengsara Tuhan yang dalam tahun itu, dia mengikrarkan kaul kekal. Bukan kebetulan, merenung tema ini, persis pula hari ini kami melaksanakan ziarah yubileum pengharapan di pulau Kecil Karimun bersama anak-anak asrama. Hari ini pula, saya boleh bersukacita ada ketiga suster berkaul perdana dan 6 suster yunior membaharui kaul. Meski bukan saya yang mengalami, tetapi turut merasakan sukavita bersama mereka. Saya membayangkan betapa besar sukacita Faustina pada tahun 1933. Juga sebuah rahmat istimewa, saya boleh ikut sekolah ini persis pada Tahun Yubileum Pengharapan Tahun 2025. Seingatku yubileum tahun 2000, yubileum Kerahiman thn 2016 yang mengantarku semakin mengenal devosi kerahiman ilahi dan Faustina, serta yubileum 2025. Ketiga yubileum ini sungguh membawa sukacita bagiku. Terutama tahun 2025 ini, yang searah dengan spirit kerahiman ilahi yakni percaya, berharap penuh pada Allah, mengandalkan Allah dalam segalanya. Secara istimewa saya berjuang untuk semakin mendekatkan diri pada Allah, mengandalkan Allah, supaya imanku yang kecil, lemah dan rapuh ini, memeroleh kekuatan di dalam Dia.
Jalan harapan yang diteladankan Faustina yang mengandalkan Allah sepenuhnya menjadi teladan bagiku. Aku berharap, boleh dipakai Yesus menjadi saksi pengharapan terutama bagi jiwa-jiwa yang dipercayakan kepadaku. Aku berharap, bersama Yesus, melalui Yesus dan di dalam Yesus, selalu ada sukacita harapan dalam batinku.*hm
Recent Comments