SENIN, PEKAN BIASA XV
Kel. 1:8-14,22; Mzm. 124:1-3,4-6,7-8; Mat. 10:34 – 11:1

Orang Israel semakin bertambah banyak. Hal ini dilihat oleh orang Israel sebagai penggenapan janji Allah. Namun bagi orang Mesir hal tersebut merupakan ancaman yang sangat besar dan menakutkan. Oleh karena itu, atas titah raja yang tidak lagi mengenal jasa Yusuf bagi bangsa Mesir, orang Mesir mulai melancarkan penyiksaan terhadap orang Israel. Orang Israel dipaksa untuk bekerja bahkan setiap anak laki-laki Israel dibunuh. Namun, kebijakan mereka justru gagal, jumlah Israel semakin bertambah pesat.

Melalui ungakapan-ungkapan yang sangat ekstrim, Yesus mau menunjukkan bahwa kesetiaan kepada Allah adalah prioritas tuntutan bagi setiap murid. Loyalitas utama kepada Allah harus menjadi yang paling utama dari pada terhadap ikatan apa pun. Dalam kasus-kasus yang ekstrim, jika harus memilih, Yesus menuntut loyalitas mutlak kepada Allah. Oleh karena itu perlu pertobatan dan pembersihan diri terus menerus.

Bagaimana aku telah membangun loyalitas hidupku kepada Allah? Bagaimana aku telah membangun sikap tobat terus menerus di dalam hidupku? Apa yang menjadi sumber kebijaksanaan hidupku?
Mari membangun loyalitas hidup kita kepada Allah.
Tuhan memberkati. * RD AMT