Renungan hari ini diambil dari Injil Matius 4:12–17.23–25. Perikop ini menampilkan dua tokoh penting dalam sejarah keselamatan, yakni Yohanes Pembaptis dan Yesus, Sang Mesias. Pada bagian awal perikop dikisahkan bahwa setelah Yesus mendengar Yohanes Pembaptis ditangkap karena misinya menyerukan pertobatan, Yesus tidak menjadi pesimis, takut, atau putus asa. Sebaliknya, Yesus justru mencari jalan lain untuk melanjutkan misi pewartaan-Nya demi terwujudnya kehendak Bapa.
Injil mencatat bahwa Yesus menyingkir dari Nazaret ke Kapernaum, wilayah Zebulon dan Naftali. Tindakan ini menunjukkan kesetiaan Yesus dalam melanjutkan misi keselamatan yang sebelumnya telah dirintis oleh Yohanes Pembaptis. Di sinilah kita melihat bagaimana sinodalitas dalam bermisi sungguh dihidupi: satu misi diteruskan, diperjuangkan, dan dikembangkan bersama, meskipun oleh pribadi yang berbeda.
Yang menarik dari kisah ini adalah bahwa apa yang dilakukan Yohanes Pembaptis, itulah yang kemudian dilakukan oleh Yesus: menyerukan pertobatan dan mewartakan Kerajaan Allah. Hal ini menegaskan bahwa misi pewartaan akan sungguh menyentuh dan membawa banyak orang kepada pertobatan apabila dijalankan dalam semangat kerja sama, kesatuan, dan kerendahan hati demi kemuliaan Allah.
Dari teladan Yohanes Pembaptis dan Yesus, kita belajar bahwa membangun sinodalitas bukanlah perkara mudah. Ada tantangan, penolakan, bahkan risiko besar. Namun semangat kebersamaan dalam misi membuat pewartaan tetap hidup dan berbuah. Pertanyaan refleksi bagi kita: Apakah dalam keterlibatan kita di berbagai karya pelayanan, kita sungguh hidup dalam semangat sinodalitas? Apakah kita mau meninggalkan keegoisan pribadi dan membuka diri untuk bekerja sama dengan yang lain, tanpa rasa iri, cemburu, gengsi, atau merasa diri paling tahu dan paling mampu?
Mari kita berbenah diri bila dalam pelayanan kita masih enggan bekerja sama dengan sesama. Marilah kita belajar meneladan Yohanes Pembaptis dan Yesus, yang dengan rendah hati dan kesetiaan, mewujudkan sinodalitas dalam bermisi demi kemuliaan Allah dan keselamatan banyak orang.Selamat berjuang. Tuhan Yesus memberkati. *Gemma
Recent Comments