SELASA, PEKAN BIASA VI
Kej. 6:5-8,7:1-5,10; Mzm. 29:1a,2,3ac-4,3b,9b-10; Mrk. 8:14-21.

Kejahatan yang dilakukan manusia akibat dari ketertutupan hati membuat Allah menyesal telah menjadikan manusia di bumi. Ketertutupan hati manusia itulah mengakibatkan keteraturan (cosmos) menjadi kekacauan (chaos). Nuh adalah contoh manusia yang terbuka hati. Keterbukaan hatinya itu menjadikan dirinya luput dari hukuman yang terjadi. Kasih Allah yang ditanggapinya menjadi daya pembaruan hidup yang menyelamatkannya.

Peristiwa para murid lupa membawa roti menjadi kesempatan bagi Yesus untuk mengingatkan mereka akan bahaya ragi orang Farisi dan ragi Herodes. Ragi berperan mengubah (transformasi) dan memberi cita rasa baru. Para murid, walau telah mengalami peristiwa pergandaan roti namun mereka tetap tidak mengenali siapa Yesus itu. Seperti orang Farisi dan Herodes, para murid tetap menutup diri terhadap jati diri Yesus. Hati mereka tidak terbuka terhadap cara Allah dalam diri Yesus terlibat di dalam hidup mereka.

Apa dan bagaimana cita rasa hidup yang sedang aku wujudkan? Transformasi seperti apa yang sedang terjadi dalam hidupku? Apa daya yang aku miliki saat ini?
Mari membangun citra rasa hidup, bertransformasi diri dalam hidup kita yang senantiasa terarah kepada Tuhan sumber hidup kita.
Tuhan memberkati. * RD AMT