SENIN, PEKAN BIASA XXV
Ezr. 1:1-6; Mzm. 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6; Luk. 8:16-18

Rencana dan kehendak Allah tidak dapat hancur oleh apa pun. Sebaliknya, melalui cara dan jalan yang sering kali tidak dipehami oleh manusia, Allah mewujudkan rencana dan kehendak-Nya. Melalui Koresy, raja Persia, Allah mewujudkan rencana-Nya bagi Israel. Ia mengumpulkan kembali umat pilihan-Nya yang tercerai-berai. Ia mempersatukan mereka dalam pembangunan kehidupan yang berpusat pada diri-Nya sendiri. Hal itu disimbolkan dengan pembangunan kembali bait Allah. Dengan demikian, kehidupan manusia dibarui kembali dalam terang kasih Allah.

Melalui perbandingan dengan pelita yang dinyalakan, Yesus menegaskan bahwa warta gembira Kerajaan Allah tidak bisa dan tidak boleh disembunyikan. Oleh karena itu, setiap orang beriman yang mendengarkan Sabda Allah harus membiarkan Sabda itu menerangi kehidupan. Sabda Allah itu bagaikan terang yang bersinar dan menerangi kehidupan secara istimewa. Setiap orang yang membiarkan Sabda itu bersinar akan semakin memiliki daya untuk menyinari kehidupan. Yesus menegaskan: “Barang siapa sudah punya akan diberi, tetapi barangsiapa tidak punya apapun yang dianggap ada padanya akan diambil”.

* Apakah aku mampu melihat karya Allah dalam setiap peristiwa hidupku? Apakah hidupku sudah berpusat pada Allah. Apa usahaku untuk mengembangkan perbuatan kasih dalam hidup sehari-hari? Sejauh mana aku telah membiarkan Sabda Allah dalam diriku bersinar bagi kehidupan di sekitarku?
Mari mengembangkan perbuatan kasih dalam hidup kita sehari-hari dan membiarkan Sabda Allah dalam diri kita bersinar bagi kehidupan di sekitar kita.
Tuhan memberkati.*RD AMT