MINGGU PASKAH IV, HARI MINGGU PANGGILAN
Kis. 13:14,43-52; Mzm. 100:2,3,5; Why. 7:9,14b-17; Yoh. 10:27-30
Orang-orang Yahudi mengalami kebimbangan tentang Yesus: “Apakah Yesus adalah Mesias?”. Kepada mereka, Yesus secara tegas mengatakan: “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.” Yesus sudah mengatakan dengan terus terang. Ia bahkan telah melaksanakan karya yang dikehendaki oleh Allah Bapa-Nya, bahwa pekerjaan-pekerjaan-Nya adalah firman yang mewahyukan Bapa-Nya. Tetapi para lawan-Nya tidak percaya terhadap pernyataan karya ilahi Yesus itu. Mereka juga tidak percaya bahwa Yesus dan Bapa adalah satu. Mengapa mereka tidak percaya? Yesus menegaskan: “karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku”. Melalui pernyataan itu Yesus menegaskan bahwa seseorang menjadi percaya atau tidak percaya sangat ditentukan oleh mutu hubungannya dengan Yesus. Hubungan intim, mesra seseorang dengan Yesus menentukan kesediaan dan kemampuan serta keterbukaan seseorang untuk mendengarkan panggilan Yesus sang Gembala Domba. “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu.” Yesus menegaskan keuntungan bagi siapa saja yang percaya kepada-Nya, yaitu hidup kekal dan tidak binasa. Sebab, semuanya itu dijamin oleh kebesaran Bapa. Untuk itu setiap domba dituntut untuk percaya dan beriman kepada sang Gembala yang demikian mencintai dan menyayangi mereka. Mereka dituntut untuk senantia mendengarkan suara panggilan sang Gembala!
Berkat pengajaran dan nasehat supaya mereka tetap hidup dalam kasih karunia Allah, semakin banyak orang di Antiokia Pisidia menjadi percaya. Hal ini menimbulkan iri hati dari orang-orang Yahudi. Mereka menghujat dan membantah segala ajaran Paulus. Namun dengan berani Paulus dan Barnabas menegaskan bahwa memang kepada merekalah firman Allah harus diberitakan terlebih dahulu, namun karena mereka menolak dan menganggap diri tidak layak maka warta itu disampaikan kepada bangsa-bangsa lain. Menurut rencana Allah, seperti telah dinubuatkan para nabi, maka para rasul harus menyebarluaskan warta keselamatan ke seluruh dunia. Siapa yang mendengarkan dan percaya akan memperoleh keselamatan kekal.
Yohanes mengalami sebuah penglihatan tentang sekelompok orang terpilih. Mereka sedang merayakan sebuah upacara kemenangan. Kemenangan itu dianugerahkan kepada mereka semua yang telah dibaptis dengan darah Anak Domba. Mereka adalah orang-orangyang telah bertahan dalam cobaan-cobaan iman. Mereka dihimpun dalam kemuliaan sang Anak Domba, mengambil bagian dalam kejayaan Sang Gembala.
Apakah aku sungguh percaya bahwa Kristus Yesus adalah sang Gembala kehidupanku? Sejauh mana aku telah membuka diri untuk percaya dan mendengarkan suara panggilan Kristus Yesus, sang Gembala Agung itu? Apakah aku telah membangun relasi yang semakin akrab, intim dengan Kristus Yesus, sang Gembala Agung? Apa wujudnyatanya?
Mari membuka diri, berpasrah dan percaya seutuhnya serta mendengarkan panggilan suara Kristus Yesus, sang Gembala Agung. Mari menimba daya dan jaminan kehidupan kekal dari Kristus Yesus, sang Gembala Agung, sumber kehidupan setiap orang!
Tuhan memberkati. * RD AMT
Recent Comments