SELASA, PESTA TAKHTA ST. PETRUS, RASUL
1Ptr 5:1-4; Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6; Mat 16:13-19.

Dalam dinamika imannya yang amat personal, Petrus menyatakan ketegasan sikap dasar imannya. Sikap itu dinyatakan melalui pengakuan personal. Pengakuan personal: Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup! Pengakuan dan sikap dasar iman seperti ini sangat dibutuhkan untuk mengemban tugas penggembalaan. Atas pengakuan dan sikap dasar iman itu, Yesus menganugerahkan kepada Petrus kuasa untuk melayani jemaatnya. Kuasa itu dianugerahkan kepada Petrus bukan karena sebuah prestasi. Tetapi, lebih karena pengenalan personal Yesus terhadap Petrus dan Petrus terhadap Yesus. Pengenalan personal inilah yang menjadi kunci anugerah dan pelayanan dari kekuasaan yang diberikan.

Menurut tradisi lisan, Petrus mendirikan dua Tahta Keuskupan. Tahta pertama didirikan di Antiokia pada tahun 35. Di sana ia memimpin selama selama 7 tahun. Kemudian, pada tahun 65 Petrus menetap di Roma sebagai Uskup pertama.
Maksud pesta Takhta St. Petrus ini dirayakan yaitu untuk menghormati Petrus sebagai Wakil Kristus dan Gembala tertinggi Gereja yang mempuanyai kuasa rohani atas segenap anggota Gereja dan semua Gereja setempat.Kuasa Petrus ini lazim disebut Primat Petrus, diberikan langsung oleh Yesus sebelum kenaikan-Nya ke Surga.

Apa dan bagaimana iman personalku? Bagaimana aku telah mengembangkan iman personal itu demi pelayanan terhadap sesamaku? Apa wujud nyatanya?
Mari membangun iman personal kita, mengembangkan iman personal itu demi pelayanan terhadap sesama kita.
Tuhan memberkati.* RD AMT