SELASA PASKAH II, PERINGATAN WAJIB ST. KATARINA DARI SIENA, PERAWAN DAN PUJANGGA GEREJA
Kis. 4:32-37; Mzm. 93:1ab,1c-2,5; Yoh. 3:7-15,
Nikodemus sangat heran akan tuntutan Yesus untuk dilahirkan kembali. Hal itu terjadi karena Nikodemus masih terkungkung oleh cara pikir dan perhitungan manusia. Ia tidak masuk dalam rencana Allah, yaitu “lahir dari dan dalam Roh”. Kepadanya Yesus menjelaskan dan memberikan kesadaran baru tentang iman. Iman dalam kekuatan Roh Kudus memampukan setiap orang untuk memahami dan menjadikannya manusia yang semata-mata hidup demi cinta kasih sebagaimana Yesus itu sendiri.
Hidup dalam sikap dasar “sehati sejiwa” merupakan ciri kahs Jemaat Perdana. Sikap dasar ini hanya bisa diwujudkan atas dasar iman. Iman memampukan mereka untuk hidup berbagi, sehingga tidak ada yang berkekurangan.
St. Katarina tidak mengenyam pendidikan sekolah dan ia tidak pandai menulis. Ketrampilan membaca sangat sedikit. Namun hal itu tidak menjadi penghalang baginya untuk mengabdi Allah. Sejak mengalami penglihatan yang ajaib, ia selalu menyendiri untuk berdoa. Kekuatan doa itulah yang membarui hidupnya. Ia bahkan mampu mengubah orang lain. Ia mampu mendamaikan Paus, raja-raja, dll menjadi manusia baru. Ia kemudian digelari sebagai Pujangga Gereja.
Bagaimana aku telah mewujudkan diri sebagai manusia baru, yang lahir dari Roh Kudus? Hidup sehati sejiwa adalah anugerah Roh Kudus, bagaimana anugerah itu telah aku wujudkan dalam tindakan hidup berbagi dengan sesamaku, terutama mereka yang sangat berkurangan? Apa wujudnyatanya?
Mari bersama St. Katarina mewujudkan diri sebagai manusia baru yang lahir dari dan di dalam Roh Kudus. Mari membangun sikap hidup berbagi sebagai wujud diri yang adalah manusia baru.
Tuhan memberkati. * RD AMT
Recent Comments