RABU, PEKAN BIASA VI
Kej. 8:6-13, 20-22-; Mzm. 116: 12-13,14-15,18-19; Mrk. 8:22-26.

Karena kejahatan serta ketertutupan diri dan hati maka manusia dibinasakan. Nuh yang diselamatkan dituntun untuk mulai menata hidup dan kehidupan secara perlahan-lahan dalam rencana dan kehendak Allah. Air bah yang berangsur-angsur kering menantang dan menuntut serta menuntun Nuh untuk mewujudkan hidup dan kehidupannya dalam tatanan rencana dan kehendak Allah.

Kisah penyembuhan orang buta yang terjadi secara perlahan-lahan merupakan gambaran proses hidup beriman. Penglihatan orang buta itu mulai terbuka perlahan-lahan sampai akhirnya menjadi sungguh jelas. Iman setiap orang juga terjadi secara demikian. Para murid mulai mengenal Yesus secara perlahan-lahan. Tetapi, apakah para murid akhirnya sampai kepada mata iman yang terang benderang untuk melihat Yesus secara sejati?

Bagaimana aku telah mengembangkan hidupku? Apakah aku telah membiarkan diriku dituntun oleh rencana dan kehendak Allah? Sejauh mana aku telah mengenali kehendak Allah?
Mari mengembangkan hidup kita, membiarkan diri kita dituntun oleh rencana dan kehendak Allah.
Tuhan memberkati.* RD AMT