SELASA, PRAPASKAH I “Sabda Allah yang Hidup Membentuk Hati yang Berdoa”
Yes. 55:10-11; Mzm. 34:4-5,6-7,16-17,18-19; Mat. 6:7-15.
Bacaan hari ini menegaskan kekuatan Sabda Allah dan doa yang tulus. Nabi Yesaya menggambarkan firman Tuhan seperti hujan dan salju yang turun, tidak kembali sia-sia, melainkan menghasilkan buah. Mazmur menegaskan bahwa Allah mendengarkan seruan orang yang rendah hati. Injil menampilkan Yesus yang mengajarkan doa Bapa Kami, doa yang sederhana namun penuh makna. Pesan utamanya jelas: Sabda Allah membentuk hati kita agar doa kita sungguh hidup dan berbuah.
Nabi Yesaya menegaskan bahwa Sabda Tuhan itu seperti hujan dan salju yang turun dari langit, tidak akan kembali ke sana melainkan mengairi bumi. Sabda Tuhan tidak akan kembali dengan sia-sia, Ia memenuhi hati manusia dan mengubahnya menjadi baru dan berdaya guna.
Yesus mengajarkan bagaimana seharusnya kita berdoa. Kita sendiri tidak memiliki kemampuan untuk berdoa dalam cara yang dikehendaki dan sesuai dengan kehendak Tuhan. Doa yang diajarkan oleh Yesus membuat kita mampu untuk membuka hati sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya sehingga daya sabda-Nya merasuki kita dan menjadi pedoman serta penunjuk arah hidup kita. Pada masa penuh rahmat ini marilah kita membuka hati kita pada Sabda Tuhan supaya kita dijiwai, diberi daya dan diarahkan pada Tuhan sumber hidup kita.
Sejauh mana aku telah berdoa? Apakah aku sungguh percaya pada daya Sabda Allah yang membarui diriku? Apakah aku sudah membuka hatiku sepenuhnya kepada Allah?
Bacaan hari ini mengajarkan bahwa: Sabda Allah hidup dan menghasilkan buah dalam diri kita. Allah mendengarkan doa yang tulus dari hati yang rendah. Doa sejati adalah doa yang sederhana, penuh iman, dan disertai sikap mengampuni.
Mari kita gunakan masa Prapaskah ini untuk memperdalam relasi kita dengan Sabda Allah, berdoa dengan hati yang tulus, dan menghidupi doa Bapa Kami dalam tindakan sehari-hari. Dengan demikian, doa kita tidak hanya kata-kata, tetapi sungguh menjadi jalan pertobatan dan kasih.
Mari membuka hati kita pada Sabda Tuhan supaya kita dijiwai, diberi daya dan diarahkan pada Tuhan sumber hidup kita.
Tuhan memberkati. *RD AMT
Recent Comments