SELASA PRAPASKAH V
Bil. 21:4-9; Mzm. 102:2-3,16-18,19-21; Yoh. 8:21-30.
Bacaan hari ini mengajak kita merenungkan misteri salib sebagai tanda keselamatan. Dalam perjalanan menuju Paskah, Gereja menuntun kita untuk melihat bahwa salib bukan sekadar penderitaan, melainkan jalan menuju hidup baru.
Orang Israel sadar bahwa akibat dosa dan tindakan mereka bersungut-sungut terhadap Tuhan dan Musa maka mereka harus berhadapan dengan ular tedung yang mematikan. Oleh karena itu, mereka menyadari dan menyesali tindakan melawan Tuhan dan Musa tersebut. Tuhan, lalu memberikan kepada mereka tanda ular tembaga. Siapa yang memandang ular tembagai itu, ia akan hidup!
Kepada orang banyak yang tidak mengerti siapa diri-Nya dan siapa Bapa-Nya, Yesus mengungkapkan misteri peninggian-Nya di salib. Ular tembaga telah menjadi tanda keselamatan umat Israel dari pagutan maut ular tedung. Yesus adalah tanda dan bukti keselamatan Allah bagi setiap orang dari pagutan maut akibat dosa. Oleh karena itu wafat-Nya di salib seharusnya membuka mata setiap orang!
Sebagai orang beriman, sejauh mana aku telah menyadari kesalahan dan dosa-dosaku? Bagaimana aku telah membangun sikap pertobatan di dalam hatiku? Apa makna dan arti serta daya Yesus yang tersalib itu bagiku?
Salib adalah tanda keselamatan. Sama seperti Israel diselamatkan dengan memandang ular tembaga, kita diselamatkan dengan memandang Kristus yang ditinggikan di salib. Mari kita menjadikan salib bukan sekadar simbol, tetapi jalan hidup: jalan pengorbanan, kasih, dan harapan.
Mari menyadari segala dosa dan kesalahan kita. Mari membangun sikap tobat…memandang dan menimba daya dari salib Kristus sumber hidup kita.
Tuhan memberkati.* RD AMT
Recent Comments