SELASA, PEKAN BIASA XVIII
Bil. 12:1-13; Mzm. 51:3-4,5-6a, 6bc-7,12-13; Mat. 14:22-36
Musa tidak hanya mengalami pertentangan dari pihak luar. Ia juga mengalami pertentangan dari mereka yang sangat dekat dengan dirinya, yaitu Harun dan Miryam. Ada dua hal yang ditentang dan dikeluhkan oleh Harun dan Miryam terhadap Musa. Pertama, perkawinan Musa dengan perempuan asing, yaitu Zipora yang berasal dari Midian/Kusy, yang dianggap sebagai musuh bebuyutan Israel. Kedua, posisi Musa yang sangat unik dan khusus sebagai pengantara antara Yahwe dan umat. Harun dan Miryan merasa bahwa mereka juga adalah nabi seperti Musa. Namun, terhadap pertentangan dan keluhan tersebut Musa tidak menjawab. Musa digambarkan sebagai orang yang sangat lembut hati (kepribadian yang kuat dan watak yang tegar). Allah sendiri yang memberikan jawaban secara tegas dan jelas kepada Harun dan Miryam berupa perintah (ayat 4-8) dan penghukuman (ayat 9-15). Meskipun ditentang, Musa tetap menunjukkan tanggung jawabnya sebagai pemimpin, ia berseru kepada Allah memohon kesembuhan Miryam.
Ketika para murid-Nya terombang-ambing oleh angin ribut, Yesus mendatangi mereka, namun mereka justru menyangka-Nya sebagai hantu. Untuk meyakinkan dirinya, Petrus meminta Yesus supaya ia bisa berjalan di atas air datang kepada-Nya. Pada mulanya ia bisa berjalan di atas air datang kepada Yesus. Namun, karena tiupan angin kencang, ia mulai takut dan tenggelam. Pada kenyataan ini Yesus menyadarkan bahwa kekurangpercayaan menjadi akibat mulai tenggelamnya Petrus.
Sejauh mana aku telah membuka diriku seutuhnya pada rencana dan kehendak Allah bagi diriku dan sesamaku? Apakah aku tetap teguh setia melakukan rencana dan kehendak Allah itu di dalam diri dan hidupku? Sejauh mana aku menyadari dan mengimani bahwa Allah itu kemerdekaanku? Bagaimana aku telah percaya dan mengandalkan Allah dalam setiap tantangan hidupku?
Mari membuka diri seutuhnya pada rencana dan kehendak Allah bagi diri kita dan sesama kita. Mari menyadari dan mengimani bahwa Allah itu kemerdekaan kita dan mari mengembangkan kepercayaan dan mengandalkan Allah dalam setiap tantangan hidup kita.
Tuhan memberkati. * RD AMT
Recent Comments