RABU, PEKAN BIASA XXV
Ezr. 9:5-9; MT Tb. 13:2,3-4a,4bcd,5,8; Luk. 9:1-6

Ezra menjadi sedih hati ketika mendapat laporan tentang berbagai peristiwa hidup. Salah satunya adalah terjadinya perkawinan campur dengan bangsa lain. Hal ini berakibat pada terjadinya penyembahan berhala kepada dewa-dewi asing. Dalam doanya kepada Allah, Ezra menyatakan bahwa seluruh sejarah Israel bercirikan dosa yang mengakibatkan kejatuhan dan pembuangan bangsa terpilih itu. Namun, Ezra juga melihat dengan amat jelas kebaikan hati Ilahi Allah. Allah tetap setia menuntun bangsa Israel melalui berbagai cara. Ia tidak meninggalkan umat-Nya. Sebaliknya, Ia membawa pulang umat Israel kembali ke tanah terjanji, membebaskan dan melindungi mereka. Ezra sadar bahwa Allah harus jadi prioritas karena Allah adalah jaminan bagi Israel.

Perutusan ke-12 murid oleh Yesus dengan segala dasar dan tuntutannya menyadarkan kita akan prioritas sesungguhnya yaitu pada Allah dan kerajaan-Nya. Para murid diajak untuk mengandalkan Allah sepenuhnya dan mewartakan kerajaan Allah, bukan segala sarana atau fasilitas yang ada. Sebab, Allah dan kerajaan-Nya adalah jaminan sesungguhnya bagi kehidupan manusia.

Apa yang menjadi jaminan dan andalan hidupku? Bagaimana Allah dan kerajaan-Nya telah menjadi prioritas andalan dan jaminan hidupku?
Mari menjadikan Allah dan kerajaan-Nya sebagai jaminan dan andalam kehidupan kita.
Tuhan memberkati. * RD AMT