KAMIS, PEKAN BIASA XVI
Yer 2:1-3.7-8.12-13; Mzm 36:6-7ab.8-9.10-11; Mat 13:10-17.
Liturgi hari ini menyingkapkan Allah yang kecewa atas umat-Nya yang berpaling kepada berhala, dan Yesus yang menegaskan bahwa rahasia Kerajaan Surga hanya dipahami oleh hati yang terbuka. Bacaan ini mengajak kita untuk setia kepada Allah dan membuka hati bagi Sabda-Nya.
Yeremia tampil menyampaikan pesan berupa tuduhan-tuduhan bahwa Israel telah tidak setia kepada Allah. Walaupun kebaikan dan kasih sayang Allah telah tampak dan dialami dalam sejarah kehidupan mereka, namun Israel tidak setia kepada-Nya. Israel mudah melupakan keintiman hubungan mereka dengan Allah. Mereka meninggalkan perjanjian dengan Allah, lalu menyembah berhala. Hal ini dilukiskan oleh nabi dengan ungkapan yang amat khas: “Mereka meninggalkan Daku, sumber air yang hidup, dan menggali sendiri kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air”.
Kepada orang banyak Yesus menyampaikan pengajaran-Nya melalui perumpamaan. Namun kepada para murid-Nya Ia menyampaikan pengajaran secara detail. Melalui cara itu, setiap orang beriman disadarkan bahwa pewartaan Yesus yang kelihatan sederhana dan kecil, bahkan tampaknya gagal ternyata memiliki daya tumbuh yang amat dahsyat. Namun, haya mereka yang memiliki keterbukaan hati dan pikiran akan menemukan daya tersebut. Bila orang membuka diri seutuhnya maka ia akan menjadi lahan yang amat subur tempat benih Sabda Allah itu berkembang dan menjadi kekuatan yang menyelamatkan. Ia akan menghasilkan buah yang berlimpah dalam daya kasih dan kesetiaan Allah yang menyelamatkan.
Sebagai orang beriman, sejauh mana aku telah membangun kasih dan kestiaanku kepada Allah yang aku imani? Apakah aku telah membuka hati dan pikiranku seutuhnya bagi daya Sabda Allah yang ditaburkan ke dalam diriku? Apakah aku telah menjadi lahan yang subur, tempat tumbuh dan berbuahnya Sabda Allah itu?
Hari ini kita diteguhkan untuk setia kepada Allah, bersyukur atas kasih-Nya, dan membuka hati bagi Sabda Kristus. Mari kita hidup sebagai umat yang tidak berpaling kepada berhala dunia, tetapi setia kepada Allah yang memberi kehidupan. Mari membangun kasih dan kestiaan kita kepada Allah yang kita imani. Mari membuka hati dan pikiran seutuhnya bagi daya Sabda Allah yang ditaburkan ke dalam diri kita. Mari menjadi lahan yang subur, tempat tumbuh dan berbuahnya Sabda Allah, sumber air hidup kita.
Tuhan memberkati. RD AMT
Recent Comments