KAMIS, PEKAN BIASA XII “
2Raj 24:8-17; Mzm 79:1-2.3-5.8.9; Mat 7:21-29.
Liturgi hari ini menyingkapkan dua hal penting: kehancuran yang menimpa Yehuda karena ketidaksetiaan, dan panggilan Yesus untuk membangun hidup di atas dasar yang kokoh, yaitu firman Allah. Bacaan ini mengajak kita untuk tidak hanya mendengar firman, tetapi melakukannya dengan setia.
Usaha pembaharuan untuk hidup sesuai dengan perjanjian atau hukum Allah tidak bertahan lama. Raja Yoyakim juga tidak setia seperti para leluhurnya. Akibatnya, raja dan seluruh bangsa dibuang ke Babel. Itulah hukuman dari Allah atas ketidaksetiaan Israel.
Mengakhiri pesan-pesan-Nya kepada para murid-Nya, Yesus mengingatkan mereka untuk waspada terhadap kemunafikan iman. Untuk itu, setiap murid harus membangun imannya di atas dasar yang kuat. Dasar iman yang kuat hanya dapat dibangun oleh mereka yang secara tekun dan setia mau berusaha dan bekerja dengan segala daya upaya menghayati imannya, yaitu kasih Allah di dalam setiap tindakan dan peristiwa hidup. Itulah orang beriman yang membangun hidupnya dengan landasan yang kokoh.
Sekokoh apakah dasar imanku? Bagaimana aku telah membangun dasar imanku itu?
Hari ini kita diajak untuk setia kepada Allah, berdoa dengan hati yang rendah, dan membangun hidup di atas dasar firman-Nya. Dengan demikian, kita menjadi umat yang kokoh, tidak goyah oleh badai dunia, dan berkenan kepada Allah.Mari membangun iman kita di atas dasar yang kokoh.
Tuhan memberkati. RD AMT
Recent Comments