MINGGU PEKAN BIASA XII “
Yer. 20:10-13; Mzm. 69:8-10,14,7,33-35; Rm. 5:12-15; Mat. 10:26-33.

Liturgi Minggu ini meneguhkan iman kita di tengah tantangan hidup. Yeremia mengalami ancaman, Mazmur menegaskan Allah sebagai penyelamat, Paulus menyingkapkan kasih Kristus yang mengalahkan dosa, dan Injil mengajak kita untuk tidak takut bersaksi karena Allah selalu menyertai.
Yeremia merupakan nabi yang paling banyak mengalami berbagai penderitaan. Sabda Allah yang diwartakannya harus dihadapi dengan caci maki, disingkirkan oleh sahabat-sahabatnya. Ia dikejar-kejar, dianiaya, bahkan diancam untuk dibinasakan. Namun, Yeremia tidak takut dan gentar, dengan keyakinan yang teguh ia percaya bahwa Allah selalu bersamanya dan bahwa para penganiayanya tidak akan menang.

Ketakutan merupakan faktor mendasar yang dapat menyebabkan setiap pewarta kebaikan dan kenaran lari meninggalkan tugas perutusannya itu. Oleh karena itu, Yesus mengingatkan dan meneguhkan para murid-Nya untuk tidak takut terhadapa berbagai perlawanan yang akan dihadapi dalam setiap tugas perutusan mereka sebagai pewarta. Ada tiga hal yang sangat penting. Pertama, Kesaksian Yesus tentang kedatangan dan terwujudnya Kerajaan Allah yang tidak dapat dielakkan oleh siapa pun. Pada kenyataan kedatangan Kerajaan itu kemunafikan para musuh akan disingkapkan secara nyata. Kedua, jaminan kepastian pemeliharaan dari Allah. Para musuh Kerajaan Allah memang dapat menghancurkan badan para pewarta Kerajaan Allah, namun mereka tidak akan dapat menghancurkan jiwa. Ketiga, penghakiman terakhir terhadap setiap utusan berdasarkan pada kesetiaan sebagai seorang murid di dalam tugas perutusan tersebut.

Paulus memperbandingkan Adam dan Kristus. Dua tokoh ini mengubah dunia secara amat mendasar. Karena dosa yang dilakukannya, Adam telah melepaskan kekuatan yang bersifat memusuhi (dosa) ke dalam dunia. Kekuatan itu mengakibatkan pengasingan manusia dari Allah sumber dan kekuatan segala kehidupan. Sedangkan Kristus, melalui sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya melimpahi semua orang yang percaya kepada-Nya dengan karunia penebusan dalam kebenaran dan kehidupan.

Sebagai murid Tuhan, apakah aku telah menyadari sepenuhnya tugas perutusanku sebagai seorang murid di zaman ini? Apakah aku tetap setia pada tugas perutusanku itu walau harus mengalami berbagai penderitaan yang harus aku hadapi? Apakah aku memiliki keyakinan yang teguh akan jaminan pemeliharaan Allah bagi hidupku?

Hari ini kita diteguhkan untuk tidak takut menghadapi kesulitan, percaya pada kasih Kristus yang menyelamatkan, dan berani bersaksi tentang iman kita. Allah adalah pembela, penyelamat, dan sumber pengharapan sejati.
Mari menyadari sepenuhnya tugas perutusan kita sebagai seorang murid Kristus di zaman ini. Mari tetap setia pada tugas perutusan kita walau harus mengalami berbagai penderitaan yang harus kita hadapi, sebab Kristus Tuhan adalah jaminan kelimpahan karunia penebusan dalam kebenaran dan kehidupan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.
Tuhan memberkati. RD AMT