SABTU, PEKAN BIASA XI “Setia pada Allah, Percaya pada Pemeliharaan-Nya”
2Taw 24:17-25; Mzm 89:4-5.29-30.31-32.33-34; Mat 6:24-34.
Liturgi hari ini menyingkapkan dua hal penting: ketidaksetiaan umat yang membawa kehancuran, dan panggilan Yesus untuk hidup bebas dari kekhawatiran dengan menaruh hati hanya pada Allah. Bacaan ini mengajak kita untuk setia kepada Allah dan percaya bahwa Ia selalu memelihara hidup kita.
Raja Yoas mampu membuat pembaruan perjanjian dengan Allah berkat bantuan Yoyada, kepala para imam di Yerusalem. Namun, setelah kematian Yoyada, raja Yoas mulai menyimpang hidupnya. Ia bahkan membunuh Zakharia, putra Yoyada, yang mengingatkan penyimpangannya. Akibatnya hukuman dijatuhkan oleh Allah kepada Yoas dengan perantaraan tentara Aram. Raja Yoas akhirnya juga dibunuh oleh hambanya sendiri.
Peringatan Yesus tentang kekhawatiran merupakan ajakan untuk membebaskan setiap orang yang percaya dari kekhawatiran yang berlebihan. Setiap orang yang percaya disadarkan akan jaminan dan pemeliharaan oleh Allah. Yesus mengajak setiap orang beriman untuk melihat perbandingan pada kenyataan alam. Pada kenyataan itu ditegaskan bahwa manusia begitu penting dan berharga di mata Allah. Jika hati manusia selalu terarah kepada Allah, maka ia akan menikmati jaminan dan perlindungan dari Allah.
Apa yang paling membuat aku khawatir dalam hidupku? Sejauh mana aku memiliki kepercayaan akan jaminan Allah bagi hidupku?
Hari ini kita diajak untuk setia kepada Allah, percaya pada janji-Nya, dan hidup bebas dari kekhawatiran dengan menaruh hati hanya pada-Nya. Dengan demikian, kita menemukan damai sejati dan hidup dalam pemeliharaan Allah yang penuh kasih.
Mari senantiasa mengandalkan Tuhan yang menjadi jaminan kehidupan kita.
Tuhan memberkati.*RD AMT
Recent Comments