JUMAT, PEKAN BIASA XI
2Raj 11:1-4.9-18.20; Mzm 132:11.12.13-14.17-18; Mat 6:19-23
Liturgi hari ini menyingkapkan dua hal penting: Allah yang menegakkan raja yang setia demi keselamatan umat, dan Yesus yang mengingatkan kita agar tidak terikat pada harta duniawi. Bacaan ini mengajak kita untuk menaruh hati pada Allah, sebab hanya Dialah sumber terang dan kehidupan.
Karena tergoda oleh kekuasaan, Atalya, saudari Ahab membunuh semua keturunan raja Ahazia. Namun pada situasi seperti itu, tampil orang-orang yang setia pada perjanjian Allah. Mereka menyembunyikan Yoas Putera raja sehingga luput dari kekejaman Atalya. Yoas disembunyikan di rumah Allah. Ia selamat dan pada akhirnya dinobatkan menjadi raja. Penobatan raja Yoas membuka pembaruan kembali perjanjian, pembaruan komitmen raja dan rakyat. Akhirnya kekuasaan penyembah Baal dihancurkan.
Secara tegas Yesus menunjukkan pilihan antara jaminan Allah dan jaminan kesejahteraan duniawi. Kekayaan sejati diperlawankan dengan kekayaan duniawi. Karena manusia sering terjerat oleh kodrat yang lemah maka diperlukan pandangan rohani yang sehat. Pandangan rohani yang sehat akan mengarahkan manusia untuk fokus pada ketaatan akan kehendak Allah. Keputusan untuk memihak atau melawan Allah akan tampak dalam segala dimensi kehidupan dan tindakan setiap orang.
Apa yang menjadi hartaku yang paling berharga dalam hidupku ini? Apakah Allah dan kehendaknya atau tawaran dan godaan kekayaan serta kesenangan duniawi?
Hari ini kita diajak untuk menaruh hati pada Allah, bukan pada harta duniawi. Seperti Yoas yang dipilih Allah untuk menegakkan kebenaran, kita pun dipanggil untuk hidup dalam terang Kristus. Harta sejati bukanlah kekayaan dunia, melainkan kasih dan iman yang membawa kita kepada kehidupan kekal. Mari selalu berpasrah pada Tuhan sebagai jaminan sejati kehidupan kita.
Tuhan memberkati. * RD AMT
Recent Comments