KAMIS, PEKAN BIASA XI
Sir 48:1-14; Mzm 97:1-2.3-4.5-6.7; Mat 6:7-15.

Liturgi hari ini menyingkapkan dua hal penting: kesetiaan para nabi yang menjadi tanda kehadiran Allah, dan panggilan Yesus untuk berdoa dengan hati yang tulus. Bacaan ini mengajak kita untuk melihat doa bukan sebagai formalitas, melainkan sebagai relasi kasih dengan Allah yang hidup.
Elia dan Elisa merupakan dua nabi besar. Mereka dapat membuat mukjizat. Elia dikenal sebagai nabi yang punya gairah membarah, nabi yang berapi dan punya pengabdian yang total kepada Allah. Demikian juga muridnya Elisa. Mereka adalah contoh orang yang setia dan mengandalkan Allah yang mengutus mereka.

Kepada para murid-Nya, Yesus mengingatkan bahaya dari doa yang hanya bertujuan untuk menonjolkan diri. Para murid diingatkan untuk menghindari penyombongan diri. Para murid harus mampu membedakan dan tidak mencampuradukkan antara kualitas dan kuantitas . Allah hanya menggajar doa yang disampaikan dengan hati penuh penuh kepasrahan dan pengandalan akan kuasa dan rencana-Nya.

Sejauh mana aku telah berpasrah dan mengandalkan Tuhan di dalam hidupku sehari-hari? Sejauh mana doaku telah menjadi jalan bagiku untuk berpasrah dan mengandalkan Tuhan?
Hari ini kita diajak untuk meneladani kesetiaan para nabi, bersyukur atas keadilan Allah, dan berdoa dengan hati yang tulus. Doa Bapa Kami menjadi pedoman hidup kita: mengakui Allah sebagai Bapa, memohon rezeki harian, dan belajar mengampuni sesama.
Mari senantiasa mengandalkan Tuhan di dalam hidup kita setiap saat.
Tuhan memberkati.*RD AMT