SELASA, PEKAN BIASA XI “
2Raj 19:9b-11.14-21.31-35a.36; Mzm 48:2-3a.3b-4.10-11; Mat 7:6.12-14.
Liturgi hari ini menyingkapkan dua hal penting: Allah yang membela umat-Nya dari ancaman musuh, dan panggilan Yesus untuk memilih jalan sempit yang membawa kepada kehidupan. Bacaan ini mengajak kita untuk percaya pada kuasa Allah dan berani hidup sesuai kehendak-Nya, meski jalannya tidak mudah.
Ketika mendapat ancaman dari Sanherib, raja Asyur, Hizkia raja Yehuda pergi ke bait Allah untuk meminta nasehat kepada Yesaya, sang nabi Tuhan. Raja Hizkia menyerahkan dan mempercayakan seluruh nasib bangsa kepada kasih Allah. Melalui sang nabi, Allah memberikan jaminan perlindungan-Nya, dan memang terbukti, raja Asyur tidak dapat menguasai Israel. Bahkan, ia dibunuh oleh anaknya sendiri. Di Israel yang tinggal hanyalah sisa-sisa kecil saja yaitu mereka yang tidak dibawa ke pembuangan, tetapi justru dari sisa-sisa kecil inilah yang menjadi awal persemaian kembali iman yang teguh dan setia kepada Allah.
Yesus mengutip kaidah emas (ayat 12, bdk Tobit 4:15; Lukas 6:3) sebagai ringkasan tradisi Perjanjian Lama untuk menegaskan sebuah tindakan yang harus dilakukan oleh setiap pengikut-Nya. Penegasan tersebut ditutup dengan kontras mengenai keputusan untuk memihak Allah atau melawan Allah. Pernyataan tentang pintu sempit dan sesaknya jalan yang harus ditempuh adalah pilihan bagi setiap pengikut-Nya untuk percaya dan berpasrah pada Allah, walaupun tantangan dan kesulitan pasti harus selalu dihadapi di dalam setiap peristiwa hidup.
Apakah aku telah percaya dan berpasrah sepenuhnya kepada Allah? Apa sikapku ketika harus berhadapan dengan pintu sempit dan jalan sesak kehidupan yang aku alami?
Hari ini kita diteguhkan bahwa Allah adalah pembela umat-Nya, benteng yang kokoh, dan sumber sukacita. Yesus mengajak kita untuk memilih jalan sempit yang membawa kepada kehidupan. Mari kita berdoa dengan tulus, hidup dalam kasih, dan setia pada Allah, sehingga kita menemukan kehidupan sejati dalam Dia.
Mari percaya dan berpasrah kepada Allah di dalam setiap peristiwa hidup kita walau harus menghadapi pintu sempit dan jalan sesak yang menghadang.
Tuhan memberkati * RD AMT
Recent Comments