SABTU, PEKAN BIASA XVII, SABTU IMAM
Im. 25:1,8-17; Mzm. 67:2-3,5,7-8; Mat. 14:1-12
Tahun Sabat dan Tahun Yobel ditetapkan oleh Tuhan bagi Israel untuk dirayakan. Sabat berarti penghentian (dari segala pekerjaan). Sabat menjadi hari sukacita untuk pergi ke Bait Allah. Sedangkan Yobel berarti nafiri, terompet dari tanduk kambing, yang ditiup untuk membuka tahun Yobel. Pada saat-saat seperti itu umat Israel mewujudkan pembebasan baik terhadap diri sendiri, sesama dan juga alam semesta. Dalam pembebasan itu setiap orang dituntut untuk membina sikap takwa dalam kesetiaan kepada Allah yang diimaninya.
Tampilnya Yesus membuat Herodes dan orang banyak ingat akan Yohanes Pembaptis. Yohanes adalah sosok yang setia dan yakin akan panggilan dan perutusan-nya. Ia telah dibunuh oleh Herodes. Kesetiaan dan keyakinan Yohanes tersebut menjadi gugatan dan ajakan bagi setiap orang beriman untuk tetap setia dan yakin akan panggilan dan tugas perutusan hidupnya.
Sejauh mana aku telah menghayati imanku sebagai jalan pembebasan diri, sesama dan juga lingkungan hidupku? Di dalam kekbesan yang aku miliki, bagaimana sikap takwa dalam kesetiaanku kepada Allah telah aku hayati?
Mari menghayati iman kita sebagai jalan pembebasan diri, sesama dan juga lingkungan hidup kita. Mari membangun sikap takwa dalam kesetiaan kepada Allah di dalam kebebasan yang kita hidupi saat ini. Mari meneladani sikap iman Yohanes Pembaptis!
Tuhan memberkati. * RD AMT
Recent Comments