Seberapa besar hendaknya kasih setiap orang terhadap Gereja? Seperti seorang anak yang baik selalu berdoa bagi ibu yang mengasihinya, demikian juga hendaknya setiap jiwa kristiani selalu berdoa bagi Gereja, bundanya. Maka, apa yang harus dikatakan tentang kita, para biarawati, yang telah membuat komitmen istimewa untuk berdoa bagi Gereja?
Sungguh besar kerasulan kita meskipun kerasulan itu tersembunyi. Segala hal kecil-kecil yang kita lakukan setiap hari akan ditempatkan pada kaki Tuhan Yesus sebagai persembahan penyilihan bagi dunia; tetapi agar persembahan kita berkenan di Hati Allah, persembahan itu harus murni.
Dan, agar persembahan itu murni, hati kita harus dibebaskan dari keterikatan kodrati, dan segala perasaannya harus diarahkan kepada Sang Pencipta, sambil mengasihi segala makhluk dalam Dia dan seturut kehendak-Nya; dengan berbuat demikian, setiap orang yang gigih akan membawa sukacita kepada Gereja. BHF 551
“Setiap orang yang gigih akan membawa sukacita kepada Gereja.” Faustina tidak mengatakan bahwa Gereja akan bersukacita karena orang-orang yang hebat atau yang melakukan karya-karya besar, tetapi Gereja akan bersukacita karena orang-orang yang gigih. Barangkali yang dimaksudkan dengan gigih oleh Faustina adalah mereka yang setia berdoa meski tidak mendapatkan penghiburan. Yang berdoa tidak jemu-jemu, meski tidak diketahui dan dilihat orang.
Yang tekun berdoa seraya mempersembahkan pekerjaan-pekerjaan kecil dan sederhana, tanpa ada pengakuan dan penghargaan. Kesetiaan yang terus dijalani dari hari ke hari, dengan hati yang murni dan bebas dari keterikatan kodrati.
Aku bertanya kepada diriku sendiri: apakah aku masih memiliki kegigihan itu dengan setia memelihara khazanah doa bagi Gereja, berdoa bersama Gereja? Gereja yang sedang berjuang di dunia ini. Semoga kesetiaan dalam doa dan pengorbanan kecil,
dapat membawa sukacita bagi Gereja. Yesus, Engkau andalanku.
Recent Comments