KAMIS, PEKAN BIASA XIV
Kej. 44:18-21,23b-29; 45:1-5; Mzm. 105:16-17,18-19,20-21; Mat. 10:7-15
Perjumpaan Yusuf dengan saudara-saudaranya mempersatukan mereka kembali. Yususf akhirnya menyatakan siapakah dirinya yang sesungguhnya di hadapan para saudaranya. Melalui Yusuf, mereka semua menyadari penyelanggaraan Ilahi Allah. Yusuf mengajak para saudaranya untuk bersyukur atas rencana dan penyelenggaraan ilahi tersebut.

Allah yang penuh kasih dan kesetiaan itu diwartakan dan diwujudkan oleh Yesus. Ia mengutus para murid untuk mewartakan dekat dan datangnya Kerajaan Surga. Para murid diutus untuk mewujudkan belas kasih Allah sebagai tanda hadirnya Kerajaan Allah. Oleh karena itu, para murid dituntut untuk selalu mengandalkan belas kasih Allah, bukan jaminan fasilitas dan kemampuan manusia. Itu berarti hanya kekuatan rahmat Allah yang memampukan mereka untuk tugas perutusan tersebut.

Apakah aku sudah menyadari dan mewujudkan penyelenggaraan ilahi Allah dalam hidupku? Sejauh mana aku telah membuka diriku bagi kasih, kesetiaan dan belas kasih Allah? Apakah aku sudah mengandalkan kekuatan rahmat Allah? Apakah hidupku sudah menjadi tanda nyata hadirnya Kerajaan Allah?
Mari membuka diri, menyadari, dan mewujudkan penyelenggaraan Ilahi Allah dalam hidup kita. Mari menjadikan diri kita tanda nyata hadirnya Kerajaan Allah. Tuhan memberkati. * RD AMT