KAMIS PASKAH II
Kis. 5:27-33; Mzm. 34:2,9,17-18,19-20; Yoh. 3:31-36
Hari ini kita mendengar kisah para rasul yang dihadapkan pada Mahkamah Agama. Di hadapan Sanhedrin, Petrus dan para murid lainnya menegaskan pokok iman mereka, yaitu Allah yang telah membangkitkan Yesus. Yesus itulah Pemimpin dan Juru Selamat. Pada pokok iman ini, Petrus dan para murid menegaskan bahwa mereka dan Roh Kudus adalah saksi dari semuanya itu. Ketika ditegur karena terus mewartakan nama Yesus, padahal sudah dilarang. Mereka dengan tegas mengatakan: “Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia.” Inilah keberanian iman yang lahir dari keyakinan bahwa Allah adalah sumber hidup dan keselamatan. Ancaman dunia tidak mampu membungkam hati yang telah disentuh oleh kebangkitan Kristus.
Mazmur hari ini menggemakan keyakinan itu: “Tuhan dekat kepada orang yang patah hati, Ia menyelamatkan orang yang remuk jiwanya.” Allah bukan hanya Raja yang berkuasa, tetapi juga Bapa yang penuh kasih, yang mendengar seruan umat-Nya dan melindungi mereka dari segala kesesakan.
Injil Yohanes menegaskan dasar dari keberanian iman: Yesus adalah Dia yang datang dari atas, yang memberi kesaksian tentang Allah. “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal.” Hidup dalam Kristus berarti hidup dalam terang, menerima kasih Allah, dan membiarkan Roh Kudus menuntun kita. Sebaliknya, menolak Kristus berarti tinggal dalam kegelapan dan kehilangan hidup yang sejati.
Apa dan bagimana pokok imanku? Sejauh mana aku telah membuka diri dan bekerja bersama Roh Kudus untuk menjadi saksi pokok iman itu?
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada pilihan: apakah kita lebih taat kepada suara dunia atau kepada suara Allah? Dunia bisa saja menekan kita dengan aturan, kebiasaan, atau godaan yang bertentangan dengan iman. Namun bacaan hari ini mengingatkan bahwa keberanian untuk taat kepada Allah adalah jalan menuju hidup yang sejati. Taat kepada Allah bukan berarti melawan manusia, tetapi menempatkan kebenaran dan kasih Allah sebagai dasar setiap tindakan.
Kamis Paskah II mengajak kita untuk meneguhkan iman: lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia, hidup dalam terang Kristus, dan berani menjadi saksi kasih di tengah dunia. Mari kita membuka hati agar Roh Kudus menuntun langkah kita, sehingga hidup kita sungguh menjadi kesaksian tentang kasih Allah yang menyelamatkan. Mari membuka hati kita pada karunia Roh Kudus supaya kita memiliki daya untuk bersaksi tentang iman kita.
Tuhan memberkati.* RD AMT
Recent Comments