SENIN, PASKAH V
Kis. 14:5-18; Mzm. 115:1-2,3-4,15-16; Yoh. 14:21-26

Dengan tegas Yesus menyatakan sebuah kriteria tentang mengasihi diri-Nya, yaitu “memegang perintah-Nya dan melakukannya”. Lebih lanjut Yesus menegaskan bahwa barangsiapa mengasihi-Nya, maka Allah akan mengasihinya dan hadir di dalam dirinya. Yesus juga menyadari bahwa untuk mewujudnyatakan hal ini bukanlah suatu tindakan yang mudah. Oleh karena itu, Ia menegaskan bahwa Roh Kudus akan mendampingi setiap orang yang mengasihi-Nya.

Di Listra, Paulus dan Barnabas dikagumi bahkan “disembah”. Hal ini terjadi karena mereka menyembuhkan orang yang lumpuh. Namun, Paulus sadar dan mengarahkan mereka bahwa penyembuhan itu bukan terjadi karena kuasa dan kehebatan mereka, melainkan Allah. Mereka dapat melakukan penyembuhan itu karena Allah dalam diri Yesus hadir dan bekerja di dalam dan melalui mereka. Maka, hanya Allah-lah yang harus disembah.

Sejauh mana aku menyadari dan mewujudkan bahwa kasih Allah hadir di dalam diriku sebagai orang beriman? Apakah kehadiranku sebagai orang beriman dapat memberikan “kesembuhan” bagi sesamaku yang mengalami “kelumpuhan hidupnya”?
Mari menyadari dan mewujudkan bahwa kasih Allah hadir di dalam diriku sebagai orang beriman. Mari dengan iman, kita menjadi alat “kesembuhan” bagi orang lain yang mengalami “kelumpuhan” hidupnya.
Tuhan memberkati. *RD AMT