JUMAT, PEKAN BIASA XIV, PERINGATAN WAJIB ST. BENEDIKTUS, ABAS
Kej. 46:1-7,28-30; Mzm. 37:3-4,18-19,27-28,39-40; Mat. 10:16-23

Di Bersyeba Allah menyatakan jaminan-Nya kepada Yakub. Yakub di masa tuanya itu membuka dirinya terhadap sapaan dan tuntunan Allah. Ia harus pergi ke Mesir. Di sanalah Allah mewujudkan segala rencana yang telah dijanjikan-Nya. Perjumpaan Yakub dan Yusuf, putranya membawa sukacita besar bagi mereka. Itulah rencana dan penyelenggaraan Allah.

Perutusan yang harus diwujudkan oleh para murid bukan hal yang gampang dan enak. Bagaikan domba diutus ke tengah-tengah serigala, demikian juga para murid. Oleh karena itu, para murid tidak boleh mengandalkan kekuatan sendiri. Mereka juga tidak boleh gegabah. Mereka harus cerdik tetapi juga tulus dan jujur. Mereka tidak perlu kuatir, mereka harus mengandalkan Allah dalam kekuatan Roh-Nya. Maka, para murid harus terbuka pada tuntunan Roh Kudus dalam kasih dan kesetiaan Allah.

Benediktus meninggalkan kehidupan duniawi dan menjadi seorang pertapa. Ia dikenal sebagai pendiri cara hidup monastic di Eropa Barat. Ia mendirikan sebuah tarekat yang dikenal dengan nama Ordo Benediktin. Aturan hidup membiara St. Benediktus merupakan aturan hidup membiara pertama di Eropa Barat.

Apakah aku sudah menyadari dan mengenali rencana dan penyelenggaraan ilahi Allah bagi diri dan hidupku? Sejauh mana aku telah membuka diri pada tuntunan Roh Kudus?
Mari bersama St. Benediktus menyadari dan mengenali rencana dan penyelenggaraan Ilahi Allah bagi diri dan hidup kita. Mari membuka diri pada tuntunan Roh Kudus.
Tuhan memberkati. * RD AMT