RABU, PEKAN BIASA XIX
Ul. 34:1-12; Mzm. 66:1-3a,5,16-17; Mat. 18:15-20

Menjelang umat Israel masuk ke tanah terjanji, Musa meninggal dunia. Sebelum meninggal, kepadanya Allah memperlihatkan bentangan tanah terjanji itu dari pegunungan Nebo, yakni puncak Pisga. Tugasnya menuntun umat menuju tanah terjanji sampai di sini. Sebagai pemimpin, ia sudah menunjukkan jalan yang harus dilalui oleh umat Israel dalam tuntunan Allah. Ia adalah nabi besar yang telah menunjukkan kesetiaan dan keteguhan imannya di dalam kenyataan kesanggupan dan kerapuhan dirinya untuk melaksanakan tugas perutusan Allah bagi umat pilhan-Nya. Yosua mengambil alih tugas Musa. Ia telah dipersiapkan oleh Musa untuk mengambil alih tugas tersebut dengan semangat dan jiwa Musa dalam tuntunan Allah.

Pembaruan hidup hanya dapat diwujudkan kalau ada sikap keterbukaan. Keterbukaan untuk mengakui kesalahan dan keterbukaan untuk saling mengoreksi. Sikap keterbukaan inilah yang akan memampukan setiap orang beriman untuk menemukan dan mewujudkan belas kasih Allah. Sejauh mana kesetiaan dan keteguhan dalam tuntunan Allah telah menjadi sikap dasar hidupku? Apakah aku telah mewujudkan pembaruan hidupku secara terus menerus dalam sikap keterbukaan akan rencana dan kehendak Allah?
Mari mewujudkan iman kita, menunjukkan keterbukaan diri kita kepada rencana dan kehendak Allah dalam setiap peristiwa hidup kita.
Tuhan memberkati. *RD AMT