SENIN, PEKAN BIASA VI
Kej. 4:1-15,25; Mzm. 50:1,8,16bc-17,20-21; Mrk. 8:11-13.
Kain dilukiskan sebagai sosok yang penuh frustrasi. Hatinya panas dan mukanya muram berhadapan dengan saudaranya Habel. Kepadanya Tuhan mengingatkannya untuk menyatakan pilihan yang tepat, yaitu berbuat baik, terarah kepada rencana dan kehendak Allah sebagai pedoman atau Patokan hidupnya. Tuhan menegaskan bahwa di dalam situasi seperti itu, dosa sudah mengintip. Dosa sangat menggoda untuk melenceng dari rencana dan kehendak Allah, oleh karena itu Kain harus berusaha untuk menguasainya. Kenyataannya Kain gagal untuk memilih secara tepat, ia dikuasai oleh godaan. Ia berbuat dosa membunuh Habel saudaranya. Namun dalam situasi batas seperti itu Allah masih menunjukkan belas kasih-Nya. Allah tetap memberikan perlindungan kasih bagi Kain.
Secara amat singkat Markus melukiskan sosok pribadi Yesus yang amat manusiawi. Berhadapan dengan kaum Farisi yang tetap bertegar hati Yesus merasa frustrasi dan mengeluh dalam hati. Yesus adalah salah satu manusia di antara kita. Ia mengalami pergolakan batin. Namun, Ia juga dengan tegas menyatakan pilihan yang tepat di tengah konflik yang penuh frustrasi tersebut. Ia tidak terjebak dan terjerat dalam kungkungan ketegaran dan kelicikan hati kaum Farisi.Ia tetap terfokus pada rencana dan kehendak Allah yang menjadi dasar, arah dan tujuan hidup-Nya.
Apa dan bagaimana sikapku jika aku berada dalam situasi penuh frustrasi, tertekan dan penuh godaan? Apakah aku masih mengandalkan Tuhan untuk memilih yang terbaik?
Mari membangun sikap kita untuk senantiasa mengandalkan Tuhan, memilih yang terbaik dalam situasi apapun juga.
Tuhan memberkati. * RD AMT
Recent Comments