SABTU IMAM, PASKAH VII, HARI IX NOVENA PENTAKOSTA
Kis. 28:16-20,30-31; Mzm. 11:4,5,7; Yoh. 21:20-25

Secara fisik Paulus terbelenggu dalam penjara. Walau demikian, penjara tidak menjadi halangan dan rintangan baginya untuk mewartakan Injil Yesus. Justru sebaliknya, penjara menjadi sarana dan jalan untuk tetap setia melaksanakan tugas pewartaan. Di dalam penjara sekalipun, Paulus tetap dipenuhi oleh sukacita kabar gembira. Sukacita inilah yang dibagikan kepada setiap orang dalam pewartaaNnya.

Sebagai murid yang amat dekat dan akrab dengan sang Guru, Yohanes mempunyai cara yang amat istimewa mewartakan sukacita kemuridannya. Ia telah menuliskan dan mewariskan kepada kita sukacitanya bersama Yesus sang Guru. Ia sadar bahwa apa yang ia tuliskan adalah ajakan untuk semakin menyelami sukacita yang masih harus dialami dan dihidupi serta diwartakan lagi oleh setiap orang beriman.

Sukacita seperti apakah yang telah aku miliki sebagai seorang yang beriman kepada Allah dalam diri Yesus? Sejauh mana sukacita iman itu telah merasuki seluruh hidupku setiap hari? Bagaimana aku telah mewartakan sukacita iman itu kepada sesamaku?
Mari hidup dalam sukacita Tuhan. Mari menjadi pewarta sukacita Tuhan kepada sesama kita.
Tuhan memberkati. *RD AMT