SELASA, PEKAN BIASA
Yak. 1:12-18; Mzm. 94:12-13a,14-15,18-19; Mrk. 8:14
Bacaan hari ini mengarahkan kita pada kesetiaan dalam menghadapi pencobaan dan godaan, serta kepercayaan penuh kepada Allah yang selalu menopang. Yakobus menekankan bahwa pencobaan adalah kesempatan untuk bertahan dan menerima mahkota kehidupan. Mazmur mengingatkan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Injil Markus menunjukkan bahwa ketidakpercayaan dan kekhawatiran bisa membuat kita buta terhadap karya Allah.

Para murid lupa membawa roti. Kesempatan itu dipakai oleh Yesus untuk mengingatkan dan menyadarkan mereka tentang bahaya RAGI ORANG FARISI dan RAGI HERODES. Orang Farisi dan Herodes tidak memahami Yesus secara baik. Mereka hanya melihat Yesus sebagai pembuat mukjizat populer yang mengancam kewibawaan mereka sebagai pemimpin agama dan pemimpin politik. Ragi mempunyai peran mengubah dan memberi citarasa baru pada sebuah adonan. Para murid disadarkan akan CITARASA KEMURIDAN MEREKA berhadapan dengan berbagai CITARASA POPULER yang dihadapi.

Rasul Yakobus menegaskan sebuah kebenaran dasar bahwa ALLAH SELALU MENGARUNIAKAN SEGALA YG BAIK. KASIH KARUNIA-NYA senantiasa dianugerahkan kepada setiap manusia. Maka segala kegagalan dan penderitaan bukan berasal dari Allah. Allah juga tidak mencobai manusia. Manusia dicobai…dipikat…diseret ke dalam penderitaan oleh KEINGINANNYA SENDIRI. Bahkan, keinginan itu bisa membuat manusia mengingkari kebenaran sejati bahwa dirinya adalah anak sulung dari segala ciptaan yang ada.

Apakah aku melihat pencobaan sebagai ancaman atau kesempatan untuk bertumbuh? Apa citarasa hidup yang menjadi dasar… penggerak dan tujuan kehidupanku? Transformasi/perubahan hidup seperti apakah/bagaimanakah yang sedang aku usahakan saat ini?
Manusia sering menghadapi pencobaan, godaan, dan kekhawatiran. Mari menyadari secara sungguh bahwa Allah tidak pernah menggoda manusia. Pencobaan datang dari kelemahan kita sendiri, tetapi Allah memberi kekuatan untuk bertahan. Kesetiaan dalam pencobaan menghasilkan mahkota kehidupan.
Mari membangun citarasa kemuridan kita di dalam kasih karunia Allah yang senantiasa hadir dan memberi kekuatan untuk bertahan dalam setiap cobaan dan godaan. Mari membangun transformasi diri di dalam citarasa kemuridan kita.
Tuhan memberkati. *RD AMT