KAMIS PASKAH III
Kis. 8:26-40; Mzm. 66:8-9,16-17,20; Yoh. 6:44-51

Pada penegasan tentang “roti hidup”, Yesus menunjukkan secara lebih mendalam lagi bahwa Roti yang diberikan-Nya itu adalah “daging-Nya”. Itu berarti diri-Nya sendiri, hidup-Nya itu sendiri. Melalui itu, Yesus menyatakan bahwa Dialah jaminan hidup sepenuhnya bagi manusia di hadapan Allah. Maka, manusia sehebat apa pun dan bagaimana pun tidak bisa mengandalkan kekuatan dirinya sendiri. Allah dalam diri Yesus-lah menjadi andalan setiap manusia. Allah di dalam diri Yesus memulai dan mengakhiri segala sesuatu. Manusia diundang untuk terlibat secara aktif di dalam inisiatif Allah. Manusia diundang untuk berpasrah dan terlibat di dalam rencana Allah.

Filipus dalam kisah pertobatan sida-sida dari Etiopia adalah sarana dalam inisiatif Allah. Ia digerakkan oleh seorang malaikat Tuhan untuk membimbing sida-sida itu kepada perwujudan iman, yaitu baptisan. Iman itulah yang mengantar setiap orang kepada kehidupan kekal. Sebab, beriman berarti mengandalkan Allah, terlibat dalam inisiatif rencana Allah.

Sejauh mana imanku telah menjadi daya bagiku untuk berpasrah dan terlibat di dalam daya inisiatif rencana Allah dalam hidupku? Apa wujud nyatanya?
Mari mewujudkan daya iman kita di dalam keterlibatan pada inisiatif rencana Allah dalam setiap peristiwa hidup kita.
Tuhan memberkati. * RD AMT