JUMAT, PEKAN ADVEN I
Yes 29:17-24; Mzm 27:1.4.13-14; Mat 9:27-31
Bacaan hari ini mengajak kita untuk merenungkan tentang pemulihan, pengharapan, dan iman yang membuka mata rohani kita. Di tengah dunia yang sering membuat kita buta secara spiritual—karena kesibukan, luka batin, atau kekecewaan—Tuhan datang untuk menyembuhkan dan membangkitkan harapan.
Nabi Yesaya mewartakan sebuah janji keselamatan. Keselamatan itu digambarkan dengan situasi di mana orang buta dapat melihat. Sebuah kehidupan baru dalam terang kasih kehidupan Ilahi Allah. Ini adalah nubuat tentang pemulihan total—baik fisik, sosial, maupun rohani. Tuhan tidak hanya menyembuhkan tubuh, tetapi juga memulihkan martabat dan keadilan.
Yesus seperti diceritakan oleh penginjil Matius menggenapi janji Yesaya tersebut. Ia membuka mata orang-orang buta untuk melihat. Keterbukaan mata mereka memampukan mereka untuk melihat secara normal. Mereka kembali kepada kehidupan yang normal. Namun ada hal yang lebih penting dari itu, yaitu bahwa orang orang buta itu bukan hanya mengalami penyembuhan fisik. Karena iman yang mereka miliki, mereka mampu terbuka dan terlibat pada kehidupan Ilahi Allah. Iman telah membuka mata hati mereka dan menggerakkan mereka untuk masuk dalam kehidupan dan rencana Allah.
Yesus tidak hanya menyembuhkan fisik mereka, tetapi juga menghargai iman mereka. Di zaman sekarang, kita pun bisa mengalami “kebutaan rohani”—tidak mampu melihat kebaikan, harapan, atau arah hidup. Maka, kita diajak untuk: Datang kepada Yesus dengan iman yang hidup. Memohon belas kasih-Nya, bukan hanya solusi instan. Percaya bahwa Tuhan mampu memulihkan kita, meski prosesnya tidak instan.
Apakah imanku telah menjadi kekuatan yang membuka hatiku untuk terlibat dalam rencana kasih Allah? Apa wujudnya?
Tuhan ingin membuka mata kita—bukan hanya secara fisik, tetapi secara rohani. Mari kita datang kepada-Nya dengan iman yang hidup, agar kita bisa melihat terang-Nya dan menjadi pembawa harapan bagi dunia.
Mari menjadikan iman sebagai kekuatan yang membuka hati kita untuk terlibat dalam rencana kasih Allah.
“Tuhan, bukalah mata hati kami, agar kami melihat kasih-Mu dan berjalan dalam terang-Mu”.
Tuhan memberkati. * RD AMT
Recent Comments